Skip to main content

Sebagai respons terhadap agresi Israel dan dalam rangka membela Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam melaksanakan 15 operasi militer pada Senin, 4 November 2024. Operasi-operasi ini menargetkan permukiman, lokasi militer, barak, serta konsentrasi pasukan Israel di perbatasan Lebanon–Palestina, menggunakan rudal dan tembakan artileri.

Di front darat, para mujahid Perlawanan Islam memantau sebuah kumpulan pasukan Israel di sisi timur kota Maroun al-Ras dan menargetkannya dengan sebuah drone yang mengenai sasarannya secara presisi. Tidak lama kemudian, para mujahid membombardir pergerakan pasukan musuh di sisi timur laut kota tersebut dengan rentetan roket.

Kekuatan roket Perlawanan Islam membombardir sejumlah basis, permukiman, dan kota di Palestina utara yang diduduki, termasuk:

  • Pangkalan Meron untuk pemantauan dan manajemen operasi udara
  • Kawasan Krayot di utara Haifa
  • Permukiman Nahariya, Kadmat Tzvi, dan Eliyahu HaShachar
  • Wilayah utara kota Safed yang diduduki

Angkatan udara Perlawanan melancarkan serangan udara dengan satu skuadron drone terhadap sebuah kumpulan pasukan Israel di permukiman Yiftah, dan berhasil menghantam target dengan presisi.

Sementara itu, Channel 14 Israel melaporkan bahwa sekitar 30 roket ditembakkan dari Lebanon menuju Nahariya dan Galilea Barat, menyebabkan kerusakan di kota Liman, di mana tim penyelamat dikerahkan ke lokasi. Media Israel juga melaporkan bahwa sebuah ledakan terdengar di dekat Caesarea, selatan Haifa, tanpa adanya sirene yang berbunyi.

Pada hari itu, sirene peringatan tercatat berbunyi 14 kali di berbagai wilayah Palestina utara yang diduduki, terutama di permukiman Galilea Hulu, dari Rosh Hanikra di utara hingga kawasan Krayot di selatan.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Il Riformista