Skip to main content

Sebagai tanggapan langsung atas serangan agresif Israel yang berkelanjutan terhadap Lebanon dan rakyatnya, Perlawanan Islam melancarkan 27 operasi militer pada Sabtu, 12 Oktober 2024, hari kedua puluh sejak dimulainya pertempuran di front selatan. Sebagian besar serangan ini menargetkan permukiman, situs militer, barak, serta konsentrasi pasukan pendudukan Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina, dengan menggunakan tembakan roket presisi dan artileri yang terkoordinasi.

Di front selatan, para pejuang Hizbullah melancarkan serangan rudal berpemandu terhadap buldozer militer Israel dan unit infanteri di dekat kota Ramya, Lebanon selatan. Serangan tersebut mengenai sasaran secara langsung dan dikonfirmasi berhasil, menegaskan ketangguhan dan efektivitas Perlawanan dalam pertempuran darat jarak dekat.

Dalam eskalasi besar, unit roket Perlawanan menargetkan pangkalan militer pendudukan “7200”, yang terletak di selatan Haifa yang diduduki, menghantam pabrik amunisi dengan rentetan roket khusus.
Selain itu, serangan roket berat diarahkan ke sejumlah pos militer dan situs strategis di Palestina utara yang diduduki, termasuk:

  • Pangkalan “Homa” di Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
  • Pos artileri di Mi’ilya, wilayah Galilea Hulu.
  • Pangkalan komunikasi di Keren Naftali, Galilea Hulu.
  • Pangkalan industri militer “Zovolon” di utara Haifa.

Unit udara Perlawanan Islam melaksanakan serangkaian operasi drone tingkat lanjut. Dua serangan besar dengan drone kawanan (swarm) menargetkan infrastruktur vital Israel, yakni:

  • Markas pertahanan udara Kiryat Elazar, di barat Haifa.
  • Pabrik militer “Zovolon”, di bagian utara kota tersebut.

Serangan udara presisi ini menegaskan kemampuan operasional dan teknologi yang semakin maju dari Perlawanan Islam, serta memperluas jangkauan serangannya jauh ke dalam wilayah pendudukan.

Media Israel mengakui skala besar operasi Perlawanan. Penduduk di sekitar Arab al-Aramshe, wilayah Galilea Barat, diperintahkan untuk tetap berlindung di tempat penampungan akibat meningkatnya bentrokan dengan Hizbullah.

Juru bicara militer Israel mengonfirmasi peluncuran 65 roket dari Lebanon hanya dalam hitungan menit, sementara Magen David Adom, lembaga medis darurat Israel, melaporkan sedikitnya 15 korban luka akibat hantaman langsung di berbagai lokasi.

Secara bersamaan, helikopter militer Israel terlihat melakukan evakuasi intensif di atas wilayah Nahariya, mengevakuasi korban dari pertempuran yang terus berlanjut.

Sepanjang hari itu, sirene peringatan udara berbunyi sebanyak 29 kali di berbagai wilayah utara Palestina yang diduduki, terutama di permukiman Dataran Galilea Hulu, Dataran Tinggi Golan yang diduduki, serta zona pesisir dari Nahariya hingga Atlit—mencerminkan luasnya dampak dan efektivitas serangan multi-front Hizbullah.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: The Telegraph