Skip to main content

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan pada hari Rabu, 15 Juli 2026, bahwa pasukan darat dan kedirgantaraannya telah melancarkan sebuah serangan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan kompleks sistem pertahanan udara Patriot serta depot pasokan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait. Operasi militer ini merupakan bagian dari gelombang keenam yang bersandi Operasi Nasr 2. Para pejuang tersebut juga menargetkan dan menghancurkan platform peluncuran rudal HIMARS, pusat komunikasi satelit, serta radar pertahanan udara dan rudal, sebagai balasan atas berbagai serangan pihak Amerika Serikat terhadap Iran.

Terkait dengan operasi tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyampaikan pesannya kepada rakyat Kuwait, seraya menekankan bahwa pemerintah Teheran tidak menaruh permusuhan terhadap mereka, melainkan menghargai dan menyayangi mereka karena kehormatan serta kemuliaan yang mereka miliki. Pasukan militer Iran tersebut menunjukkan bahwa operasi ini murni merupakan sebuah bentuk balasan atas berbagai kejahatan Amerika Serikat, mengingat sejak lebih dari empat bulan yang lalu pihak militer Amerika Serikat telah memulai peperangan pasca terjadinya pembunuhan terhadap pemimpin internasional Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa sumber dari banyak serangan dalam perang ini berasal dari pangkalan-pangkalan militer pasukan pendudukan Amerika Serikat yang berlokasi di tanah suci Kuwait. Mereka sangat berharap agar rakyat Kuwait tidak akan melewatkan kesempatan apa pun untuk menghancurkan institusi-institusi agresor Amerika Serikat dan membebaskan tanah-tanah Islam dari keberadaan pangkalan militer para penjajah. Merujuk pada berbagai kejahatan Amerika Serikat, pihak militer Iran mengatakan bahwa tentara Amerika Serikat telah membunuh 168 anak-anak serta pelajar di Minab, dan peperangan ini masih terus berlanjut hingga saat ini.

Oleh karena itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan bahwa tanah Kuwait yang suci tidak seharusnya berada di bawah wilayah pendudukan para penjahat yang telah membunuh 70.000 warga Palestina, termasuk di antaranya 20.000 anak-anak, dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Mereka menambahkan bahwa hal utama yang diharapkan dari rakyat Kuwait yang dermawan dan beragama Islam adalah untuk segera mengusir para penjajah tersebut dari wilayah kedaulatan mereka. Lebih lanjut, Korps Garda Revolusi Islam Iran juga menyampaikan informasi bahwa tadi malam para agresor Amerika Serikat telah menargetkan sejumlah pangkalan di wilayah selatan Iran, dan turut menyerang sebuah gudang pembelian gandum dari para petani di kota Hoveyzeh, Provinsi Khuzestan.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency