Skip to main content

Eskalasi di perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan mencapai titik balik strategis pada hari Selasa, 3 Maret 2026, ketika media Israel melaporkan peluncuran tiga roket dari Lebanon yang menyasar jantung wilayah Israel, termasuk area Tel Aviv dan Haifa. Saluran televisi Israel, Kan, menyoroti bahwa ini adalah pertama kalinya sejak berakhirnya perang 66 hari roket dari Lebanon berhasil menjangkau wilayah tengah Israel. Ledakan keras terdengar di seluruh kawasan tersebut segera setelah sirine peringatan berbunyi, dengan kepulan asap terlihat membubung di kejauhan. Layanan ambulans Israel mengonfirmasi bahwa tim darurat telah dikerahkan ke lokasi jatuhnya salah satu rudal untuk menangani dampak serangan tersebut.

Hizbullah secara resmi mengumumkan rangkaian operasi masif yang mencakup 13 pernyataan militer dalam satu hari. Salah satu operasi paling signifikan adalah serangan terhadap pangkalan Angkatan Laut Haifa menggunakan rentetan rudal berkualitas tinggi sebagai respons atas agresi brutal Israel terhadap kota-kota di Lebanon, termasuk pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh). Selain itu, pada hari Rabu dini hari, 4 Maret 2026, Hizbullah kembali menggempur konsentrasi pasukan tentara pendudukan Israel di situs Metula dengan berondongan roket. Serangan ini merupakan bagian dari statistik operasi hari Selasa yang menyasar berbagai situs radar dan ruang kontrol, termasuk pangkalan udara Ramat David dan pangkalan Meron yang berfungsi sebagai pusat pemantauan udara, di mana serangan drone Hizbullah dilaporkan merusak radar dan gedung komando di sana.

Di medan tempur darat, Hizbullah menunjukkan kemampuan defensif yang melumpuhkan upaya infiltrasi pasukan darat Israel di sepanjang perbatasan. Pihak perlawanan melaporkan telah menghancurkan sejumlah tank Merkava di situs Samaqa, Tell Nahas di pinggiran Kfarkela, serta di Metula. Dalam insiden dramatis di Tell Nahas, dua tank Merkava tambahan yang mencoba maju untuk mengevakuasi tank yang sebelumnya terkena serangan justru menjadi target rudal berpemandu, memaksa pasukan pendudukan mengevakuasi korban mereka di bawah perlindungan asap tebal. Secara total, Hizbullah mengonfirmasi telah menargetkan pangkalan Nafah (markas Divisi Habshan 210), barak Kela di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, serta situs Maayan Baruch di Galilea Atas.

Di wilayah udara, pertahanan udara Hizbullah berhasil menembak jatuh sebuah drone Israel di langit kota Nabatieh menggunakan senjata yang sesuai, serta menjatuhkan satu drone lainnya di area berbeda. Seluruh rangkaian operasi ini ditegaskan oleh Hizbullah sebagai komitmen mutlak untuk membela tanah air dan rakyat Lebanon. Mereka menggarisbawahi bahwa serangan balasan ini secara khusus menyasar situs-situs militer strategis Israel sebagai bentuk peringatan keras agar musuh menghentikan tujuan-tujuan berbahayanya terhadap kedaulatan Lebanon.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: China Daily