Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pemerintahannya terus memantau secara ketat setiap pergerakan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Dalam sebuah pernyataan melalui akun resmi di platform X pada Minggu, 22 Februari 2026, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa meskipun Iran berkomitmen terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan serta telah memberikan proposal praktis yang menggembirakan dalam negosiasi terbaru, Teheran telah merampungkan semua persiapan yang diperlukan untuk menghadapi segala kemungkinan skenario. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dan penumpukan kekuatan militer Amerika Serikat yang diduga dipicu oleh tekanan dari pihak Israel guna memaksa Iran menghentikan program nuklir dan pertahanan rudalnya.
Senada dengan pernyataan presiden, Panglima Pasukan Darat Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi, mengonfirmasi bahwa pasukannya berada dalam status siaga penuh selama 24 jam untuk memantau pergerakan musuh. Saat melakukan inspeksi militer di kota Piranshahr, Azerbaijan Barat, yang berbatasan langsung dengan Irak, Ali Jahanshahi menekankan bahwa militer Iran telah mencapai tingkat pencegahan yang mampu menetralisir potensi ancaman sejak tahap awal. Ia menjamin bahwa dengan kapabilitas canggih yang dimiliki saat ini, tentara Iran tidak akan membiarkan tindakan permusuhan apa pun merusak kedaulatan wilayah mereka, sembari menegaskan bahwa seluruh unit tempur dikerahkan untuk melindungi perbatasan dari provokasi pihak asing.
Teheran memandang penggalangan kekuatan militer oleh Washington dan Tel Aviv sebagai upaya sistematis untuk menciptakan dalih demi memaksakan hegemoni Israel di kawasan tersebut. Di tengah ancaman serangan militer yang terus dilontarkan Amerika Serikat, Iran secara konsisten membalas dengan janji respons yang menghancurkan, bahkan terhadap serangan terbatas sekalipun. Sebagai solusi diplomatik, Iran tetap menuntut pencabutan sanksi ekonomi Barat secara menyeluruh sebagai imbalan atas pembentukan mekanisme transparansi yang lebih kuat guna menjamin sifat damai dari program nuklir mereka. Kesiapan militer yang dipamerkan oleh Masoud Pezeshkian dan para komandan tinggi ini menjadi sinyal bahwa Iran tidak akan berkompromi di bawah tekanan senjata saat proses perundingan masih berjalan.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV



