Skip to main content

Markas Besar Militer Khatam al-Anbiya di Iran mengungkapkan pada Senin, 6 April 2026, bahwa upaya putus asa militer teroris Amerika Serikat untuk melakukan operasi penyelamatan pilot berakhir dengan kegagalan total. Dalam pernyataan resminya, markas besar tersebut menjelaskan bahwa sejumlah pesawat musuh mencoba menyusup ke wilayah kedaulatan Iran pada fajar hari Senin. Melalui penggunaan taktik perang elektronik, sistem pertahanan udara modern, serta penerapan rencana pertahanan mosaik darat, militer Iran berhasil melumpuhkan armada penyusup tersebut. Akibatnya, dua pesawat angkut militer C-130 Hercules dan dua helikopter Black Hawk milik Amerika Serikat dipaksa melakukan pendaratan darurat di wilayah selatan Provinsi Isfahan.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ini sedang terjebak dalam “kubangan perang” yang ia mulai sendiri. Markas Besar Khatam al-Anbiya menyebut para jenderal Amerika sebagai pengecut yang harus menyadari bahwa setiap bentuk agresi, operasi darat, atau infiltrasi ke tanah Iran akan menghadapi kegagalan yang menentukan. Kemenangan ini ditegaskan sebagai hasil dari kekuatan tentara ilahi, mobilisasi heroik, dan keberanian rakyat Iran di bawah bimbingan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei. Pihak militer Iran juga menyatakan bahwa rasa malu yang menimpa militer Amerika Serikat tidak akan bisa diperbaiki hanya dengan pidato kosong atau operasi psikologis di media massa.

Kegagalan di Isfahan ini merupakan kelanjutan dari insiden jatuhnya jet tempur F-15 milik Amerika Serikat oleh pertahanan udara Iran di lepas pantai selatan dekat Pulau Hormuz beberapa hari sebelumnya. Situs berita Amerika Serikat, Axios, mengonfirmasi bahwa pesawat tempur tersebut membawa dua pilot saat ditembak jatuh. Upaya penyelamatan menggunakan helikopter Black Hawk dan pesawat C-130 yang dikirim Pentagon justru menambah daftar kerugian materi dan personel Washington. Sumber diplomatik regional melaporkan kepada media massa Al-Mayadeen bahwa Donald Trump kini menghadapi dilema besar terkait hilangnya pilot tersebut dan mulai mengajukan proposal rahasia di balik layar untuk bernegosiasi dengan Teheran, yang mencakup tawaran konsesi bagi pihak Iran.

Tekanan dari lingkaran pengambil keputusan di Washington terhadap Donald Trump dilaporkan semakin meningkat untuk segera mengakhiri perang, terutama setelah beredarnya gambar-gambar memalukan yang mendokumentasikan “setback militer” di Isfahan. Absennya Donald Trump dari penampilan publik hari ini, yang hanya digantikan oleh cuitan-cuitan tegang di media sosial, dinilai oleh kalangan internasional sebagai upaya untuk menutupi kekalahan di lapangan. Teheran dilaporkan telah menerima informasi bahwa Washington sedang mencari jalan keluar dari perang, meskipun secara retorika media mereka tetap melontarkan ancaman.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Sepah News