Pemerintah Iran meluncurkan tiga proyek kedirgantaraan skala besar pada peringatan “Hari Teknologi Antariksa Nasional” yang berlangsung Selasa pagi, 3 Februari 2026. Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi militer dan pemerintahan, termasuk Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, Menteri Komunikasi Sayyid Sattar Hashemi, serta Juru Bicara Pemerintah Fatemeh Mohajerani. Proyek yang diresmikan meliputi sistem konstelasi satelit, pembangunan pangkalan peluncuran, serta teknologi pencitraan satelit canggih yang diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi infrastruktur komunikasi dan penginderaan jauh nasional.
Dalam prosesi tersebut, tiga proyek utama yang menjadi sorotan adalah sistem konstelasi satelit “Syahid Soleimani”, pangkalan antariksa “Salmas” dan “Janaran”, serta publikasi perdana hasil tangkapan citra dari satelit pemerintah bernama “Baia”. Kepala Badan Antariksa Iran, Dr. Hassan Salarieh, mengonfirmasi bahwa seluruh uji coba perangkat pendukung satelit Baia telah tuntas dilakukan. Penayangan hasil foto satelit tersebut menjadi bukti nyata kemajuan Iran dalam penguasaan teknologi pencitraan jarak jauh yang sangat presisi.
Selain infrastruktur, Iran juga memamerkan keberhasilan uji operasional roket peluncur “Simorgh” buatan dalam negeri. Dr. Hassan Salarieh menjelaskan bahwa roket ini sekarang sudah mampu membawa beban atau muatan (payload) hingga beberapa ratus kilogram ke orbit rendah bumi (Low Earth Orbit). Pencapaian ini sangat strategis karena mayoritas satelit komunikasi dan riset global saat ini memiliki bobot di kisaran 200 hingga 300 kilogram. Dengan kemampuan roket Simorgh, Iran kini memiliki kemandirian penuh untuk meluncurkan berbagai kategori satelit, mulai dari ukuran nano, mikro, hingga mini.
Mengenai proyek komunikasi satelit pita sempit (narrowband) “Syahid Soleimani”, pemerintah menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam pengembangannya. Dr. Hassan Salarieh menyebutkan bahwa sejak Desember lalu, pihaknya telah melakukan serangkaian pengujian, termasuk penggunaan modul transfer orbital untuk mengevaluasi kinerja satelit “Kowsar” dan komponen inti dari sistem Syahid Soleimani. Setelah fase uji coba ini berhasil, peluncuran utama dengan menggunakan satelit ukuran penuh dijadwalkan mulai dilakukan tahun ini guna memperkuat jaringan komunikasi di seluruh wilayah Iran.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV

