Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza merilis laporan statistik terbaru pada Selasa, 3 Februari 2026, yang menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, sebanyak 3 orang martir gugur dan 15 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel. Dengan tambahan korban tersebut, total warga yang gugur di Jalur Gaza sejak dimulainya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025 kini telah mencapai 529 jiwa, sementara jumlah korban luka-luka meningkat menjadi 1.462 orang. Selain itu, petugas di lapangan telah berhasil mengevakuasi 717 jenazah martir dari berbagai lokasi terdampak.
Jika diakumulasikan sejak pecahnya perang genosida oleh Israel pada 7 Oktober 2023, jumlah total korban jiwa di Gaza telah menyentuh angka 71.803 martir dengan 171.570 orang luka-luka. Kementerian Kesehatan memberikan catatan serius bahwa angka tersebut kemungkinan besar masih akan bertambah karena banyak korban yang hingga kini masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan atau tergeletak di jalanan. Kru ambulans dan tim pertahanan sipil dilaporkan masih kesulitan menjangkau lokasi-lokasi tersebut akibat hambatan operasional dan risiko keamanan yang terus berlanjut.
Tindakan militer Israel ini dinilai sebagai pelanggaran berkelanjutan terhadap perjanjian gencatan senjata yang seharusnya telah memasuki fase kedua pada bulan lalu. Pihak otoritas Palestina menyatakan bahwa Israel terus berkhianat terhadap tanggung jawab yang seharusnya mereka penuhi sejak fase pertama kesepakatan tersebut diumumkan.
Sementara itu, situasi di Tepi Barat juga memanas pada Selasa malam. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan seorang pemuda bernama Saeed Nael Al-Sarouki gugur setelah ditembak oleh pasukan pendudukan Israel saat terjadi bentrokan di kota Yerikho. Selain jatuhnya korban jiwa, serangan tersebut juga melukai tiga pemuda lainnya akibat tembakan peluru tajam serta seorang wanita yang terluka setelah ditabrak oleh kendaraan militer Israel saat pasukan menyerbu kota tersebut.
Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa kru medis mereka juga harus menangani dua pemuda yang dipukuli secara brutal oleh pasukan pendudukan di lingkungan “Katf al-Wad”. Di pusat kota Yerikho, tepatnya di Jalan Palestina, pasukan Israel dilaporkan menyerbu sebuah rumah warga dan melakukan kekerasan fisik terhadap pemilik rumah tersebut, yang menambah daftar panjang korban luka-luka akibat aksi penyerbuan militer di wilayah Tepi Barat.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Anadolu Agency


