Skip to main content

Seorang pejabat militer terpercaya menyatakan kepada televisi nasional Iran bahwa Amerika Serikat-Zionis saat ini tengah berupaya keras untuk melepaskan diri dari kubangan perang yang mereka ciptakan sendiri. Upaya tersebut dilakukan dengan cara melancarkan operasi-operasi militer yang tidak dapat dibenarkan terhadap negara-negara di kawasan, kemudian menuduh Iran sebagai dalang di balik aksi-aksi tersebut. Pejabat itu menggambarkan pihak musuh sebagai pihak yang telah kalah dan kini hidup dalam isolasi internasional akibat agresi ilegal serta kejahatan tanpa batas yang mereka lakukan di Timur Tengah.

Lebih lanjut, pejabat militer tersebut menegaskan bahwa Republik Islam Iran merupakan pihak yang menang dalam menghadapi rangkaian serangan ini. Sembari mengecam keras konspirasi Zionis tersebut, Teheran memperingatkan semua pihak di kawasan agar tidak jatuh ke dalam jebakan musuh, serta menahan diri dari tindakan atau pernyataan yang tidak diperhitungkan dengan matang. Iran sebelumnya juga telah menegaskan kembali bahwa setiap jalur negosiasi baru baru bisa berjalan jika lima prasyarat pembangunan kepercayaan dipenuhi, yaitu penghentian perang di seluruh front—terutama di Lebanon—pencabutan sanksi ekonomi, pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan, kompensasi atas seluruh kerugian perang, serta pengakuan mutlak atas kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Sejalan dengan peringatan tersebut, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei, mengonfirmasi kesiapan penuh negaranya untuk menangkal dan menghancurkan setiap bentuk agresi yang menyasar wilayah mereka. Ia menekankan bahwa sistem unipolaritas atau dominasi tunggal kekuatan Barat saat ini sedang berada di ambang keruntuhan akibat hantaman-hantaman keras yang dilayangkan oleh poros perlawanan. Iran memandang konspirasi tuduhan sepihak ini sebagai tanda keputusasaan musuh yang tidak lagi mampu menghadapi kekuatan pertahanan regional secara terbuka di medan tempur.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Times of Israel