Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bahwa sebanyak 26 syuhada baru dan 68 korban luka-luka telah dievakuasi ke berbagai rumah sakit di seluruh wilayah kantong tersebut dalam 24 jam terakhir. Jatuhnya korban jiwa ini merupakan dampak langsung dari agresi Israel yang terus berlanjut tanpa henti.
Pihak kementerian melaporkan bahwa sejumlah jenazah syuhada hingga saat ini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan dan tergeletak di jalan-jalan. Tim ambulans serta kru pertahanan sipil masih menghadapi kendala besar dan belum mampu menjangkau titik-titik tersebut akibat situasi keamanan yang sangat berisiko.
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban syahid sejak dimulainya periode gencatan senjata (yang terus dilanggar) telah mencapai 523 jiwa, dengan 1.443 orang mengalami luka-luka, serta 715 kasus pemulihan. Secara akumulatif, total korban sejak awal agresi pada 7 Oktober 2023 kini telah melonjak drastis hingga menyentuh angka 71.795 syuhada dan 171.551 orang luka-luka.
Serangan-serangan yang dilancarkan militer Israel ke Jalur Gaza terus berlangsung di tengah pengepungan total yang masih mencekik. Pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata oleh pihak Israel ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan bagi jutaan warga sipil yang bertahan hidup di bawah tekanan perang.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency


