Skip to main content

Laporan terbaru dari surat kabar Israel, Haaretz, mengungkapkan kondisi yang dihadapi tentara pendudukan di front utara dan wilayah Lebanon. Karena kegagalan sistem pertahanan udara canggih, peternakan ikan di pemukiman kini memasok jaring ikan kepada pasukan militer. Jaring tersebut bukan digunakan untuk menjaring ikan, melainkan sebagai alat perlindungan darurat guna menghalau drone bunuh diri yang diluncurkan oleh Hizbullah.

Laporan yang baru lolos sensor militer tersebut menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah seorang pejabat senior sistem cadangan angkatan darat mengakui belum adanya solusi teknologi untuk menangkis drone berbasis serat optik. Pejabat tersebut menekankan bahwa mendorong mundur pasukan Hizbullah ke Sungai Litani tidak akan membuahkan hasil, mengingat drone-drone ini memiliki jangkauan operasional hingga 60 kilometer. Ia bahkan menyebut tentara Israel saat ini dalam kondisi “terikat” akibat kebijakan Benjamin Netanyahu dan Donald Trump, di mana aktivitas militer kini terbatas pada penghancuran desa-desa oleh kontraktor swasta di tengah krisis jumlah prajurit dan perwira.

Pengakuan atas rapuhnya pertahanan ini bertepatan dengan pengumuman kematian tentara cadangan Alexander Globniov (47 tahun) dan melukainya tiga tentara lainnya akibat serangan udara kemarin. Kelompok militer Israel menyalahkan Netanyahu, Menteri Keamanan Yisrael Katz, dan Kepala Staf Eyal Zamir atas kerugian ini. Situs berita Walla juga melaporkan pengakuan militer bahwa mereka belum mampu mencegat drone Hizbullah yang dioperasikan oleh “sel-sel terampil” dari wilayah Lebanon Selatan.

Frustrasi di kalangan prajurit lapangan juga mulai mencuat ke media. Seorang tentara mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki sarana pertahanan yang memadai, sehingga satu-satunya tugas yang bisa dilakukan hanyalah menugaskan personel untuk menatap langit secara manual. Kondisi ini memperkuat kredibilitas narasi Media Militer Perlawanan Islam yang berulang kali merilis bukti video operasi kualitatif drone mereka terhadap situs strategis, berbanding terbalik dengan klaim sistem pertahanan Israel yang terus terbukti gagal mendeteksi maupun mengatasi ancaman udara tersebut.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera