Gerakan Hamas menegaskan bahwa kejahatan pendudukan terhadap rakyat Palestina, khususnya terhadap para tahanan, terus meningkat menyusul gugurnya Qusay Rayyan di dalam penjara Israel. Dalam pernyataan resminya, Hamas menyampaikan duka cita atas gugurnya Rayyan dan menekankan perlunya peningkatan aksi perlawanan sebagai respons atas kejahatan sistematis yang dilakukan oleh tentara pendudukan dan pemukim ilegal di Tepi Barat serta Yerusalem yang diduduki.
Hamas menyerukan kepada pemuda revolusioner untuk menghalau agresi pendudukan dan mengaktifkan seluruh sarana perlawanan guna memberikan efek jera. Gerakan tersebut juga mendesak dilakukannya mobilisasi umum serta penyelenggaraan agenda nasional dan kerakyatan untuk mendukung para tahanan yang kini menderita dalam kondisi berbahaya akibat kebijakan penindasan yang terus berlanjut di tengah situasi genosida.
Sebelumnya pada hari yang sama, lembaga urusan tahanan mengumumkan wafatnya Qusay Ibrahim Ali Rayyan (29 tahun) yang berasal dari kota Qarawat Bani Hassan. Rayyan mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan luka parah akibat tembakan pemukim Israel pada 15 April lalu, sebelum akhirnya ditangkap oleh pasukan pendudukan dalam kondisi terluka. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban kebijakan pengabaian medis dan kekerasan terhadap tahanan Palestina di dalam sel penjara.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Saba



