Skip to main content

Media militer Yaman pada Selasa, 27 Januari 2026, mengungkapkan detail baru yang akurat mengenai operasi penargetan yang berhasil dilakukan oleh pasukan angkatan laut Yaman terhadap kapal tanker minyak Inggris Marlin Luanda di Teluk Aden. Operasi ini dilakukan dengan menggunakan rudal angkatan laut yang sesuai sebagai bagian dari respons terhadap pelanggaran wilayah serta bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina. Seorang perwira di Ruang Operasi Gabungan Yaman mengumumkan bahwa angkatan bersenjata Yaman sengaja menargetkan kapal tersebut di Teluk Aden meskipun kapal itu sempat melewati Laut Merah. Penargetan yang dilakukan di Teluk Aden bertujuan untuk mengirimkan pesan tegas kepada musuh bahwa seluruh titik di area terlarang berada dalam jangkauan serangan mereka.

Dalam pengungkapan tersebut, dikonfirmasi bahwa kapal Marlin Luanda dihantam menggunakan rudal tipe Laut Merah. Rudal ini merupakan senjata buatan lokal yang dikembangkan dari rudal Saeer, yang dikategorikan sebagai rudal jarak menengah. Keunggulan teknis dari rudal tipe Laut Merah ini adalah sistem operasinya yang menggunakan dua mekanisme sekaligus, yakni sistem termal dan sistem radar, guna memastikan akurasi serangan terhadap sasaran di laut. Rekaman yang dirilis oleh media militer menyertakan momen-momen pelacakan kapal serta detik-detik saat pasukan angkatan laut dan pasukan rudal mengambil keputusan final untuk melepaskan tembakan ke arah kapal milik Inggris tersebut.

Operasi ini menunjukkan peningkatan kemampuan teknologi militer Yaman dalam memproduksi alutsista secara mandiri yang mampu beroperasi di lingkungan maritim yang kompleks. Dengan menggunakan rudal hasil pengembangan lokal seperti Saeer, angkatan bersenjata Yaman menegaskan bahwa mereka memiliki kontrol taktis yang lebih luas di perairan sekitar, mencakup Laut Merah hingga Teluk Aden. Langkah ini juga menjadi peringatan bagi kapal-kapal internasional yang terafiliasi dengan pihak-pihak yang dianggap melakukan pelanggaran, bahwa setiap pergerakan mereka dipantau secara ketat oleh sistem radar dan termal yang dimiliki oleh pasukan Yaman.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Euronews