Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur sedikit pun dalam isu pengayaan nuklir dalam kondisi apa pun. Dalam acara peresmian penyelesaian penggalian tahap kedua Jalur 2 Metro Shiraz, Ebrahim Azizi menyatakan bahwa seluruh garis merah serta strategi nasional terkait program nuklir telah dimasukkan ke dalam proposal yang diajukan kepada pihak Amerika Serikat selama negosiasi berlangsung. Ia menekankan bahwa aktivitas nuklir damai negara tersebut akan terus berlanjut tanpa gangguan dan keputusan mengenai pengayaan uranium tetap tidak berubah. Iran menurutnya telah menyodorkan proposal praktis dan konstruktif yang bertujuan untuk menghilangkan hambatan dalam dialog serta memperluas peluang kesepahaman.
Ebrahim Azizi menggarisbawahi bahwa industri nuklir merupakan pilar vital bagi pembangunan Iran di berbagai bidang, mulai dari pertanian, pengairan, energi, produksi listrik, hingga kedokteran. Pencapaian di sektor ini dianggap memainkan peran fundamental dalam memperkuat kapabilitas nasional dan mencapai pembangunan berkelanjutan. Lebih lanjut, ia merinci bahwa paket negosiasi Iran juga mencakup isu pencabutan embargo, penyediaan peluang investasi, peningkatan partisipasi ekonomi, serta pemanfaatan kemampuan nasional demi kesejahteraan rakyat. Ebrahim Azizi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Iran siap bernegosiasi dengan pihak mana pun yang bertindak rasional dan mempertimbangkan kepentingan rakyat Iran, namun tetap waspada jika negosiasi hanya dijadikan kedok untuk tekanan atau tindakan subversif.
Di sisi lain, ketegangan militer turut disuarakan oleh Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi. Pada hari Kamis, 26 Februari 2026, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi memberikan peringatan keras bahwa setiap tindakan yang tidak dipertimbangkan secara matang dapat memicu konflik skala besar di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa kepentingan-kepentingan Amerika Serikat berada dalam jangkauan target Iran jika konfrontasi terjadi. Meskipun menekankan bahwa Iran tidak berupaya memulai perang, ia memastikan angkatan bersenjata siap menghadapi ancaman apa pun demi mempertahankan tanah air dan kepentingan rakyat mereka.
Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi juga mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ia sebut sebagai ancaman kosong tidak berdasar yang lahir dari delusi. Ia memperingatkan bahwa jika bentrokan fisik terjadi, tentara beserta peralatan militer Amerika Serikat akan hancur sepenuhnya. Ia menyatakan bahwa Republik Islam Iran terus memantau situasi dengan saksama dan memiliki hak penuh untuk merespons setiap ancaman. Komitmen Iran menurutnya tetap tertuju pada perlindungan keamanan dan stabilitas kawasan, namun setiap ancaman terhadap kepentingan nasional atau sekutu akan dihadapi dengan ketegasan dan kewaspadaan penuh.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Tehran Times



