Skip to main content

Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menegaskan bahwa pasukan keamanan berada dalam kesiapan penuh untuk menggagalkan konspirasi musuh. Ia mencatat bahwa pawai besar-besaran yang berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026, telah mematahkan seluruh rencana lawan.

Dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan Pasukan Keamanan Internal, Mayor Jenderal Amir Hatami menyatakan bahwa demonstrasi kolosal tersebut merupakan bukti kegagalan strategi musuh. Ia menjelaskan bahwa seluruh elemen pertahanan keamanan—termasuk polisi, pasukan mobilisasi (Basij), Korps Garda Revolusi Islam, dan angkatan darat—bekerja bahu-membahu untuk melindungi rakyat, kepentingan nasional, serta infrastruktur negara. Menurutnya, turunnya jutaan warga ke alun-alun kota mengirimkan pesan kuat kepada kekuatan arogan bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar dalam menilai Iran.

Senada dengan hal tersebut, Panglima Pasukan Keamanan Internal, Brigadir Jenderal Ahmad Reza Radan, menyatakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bahwa situasi telah kembali tenang dan aman sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran rakyat di lapangan telah menjadi “paku terakhir pada peti mati terorisme.” Kemenangan ini, lanjutnya, dicapai berkat kerja sama erat antara masyarakat dan aparat, di mana pengorbanan para martir dari Basij, Garda Revolusi, dan kepolisian menjadi jaminan atas tegaknya keamanan negara.

Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, juga menegaskan bahwa rencana khayalan para penguasa Amerika Serikat dan entitas Zionis terhadap Iran yang kuat akan selalu digagalkan. Ia memuji partisipasi heroik rakyat dalam prosesi pemakaman para martir penjaga keamanan di seluruh Iran. Mayor Jenderal Mohammad Pakpour menyatakan bahwa IRGC berada di puncak kesiapan untuk merespons secara tegas setiap salah perhitungan dari musuh maupun agen internal mereka. Ia menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai “penjudi, iblis, dan Nimrod zaman kita,” serta Benjamin Netanyahu sebagai penjahat pembunuh anak-anak. Ia menekankan bahwa kejahatan keduanya terhadap pemuda Iran tidak akan dilupakan dan akan menerima balasan pada waktu yang tepat.

Mantan panglima Garda Revolusi, Mohsen Rezaei, turut memperingatkan bahwa para komandan militer saat ini berada dalam tingkat siaga tertinggi. Dalam sebuah wawancara televisi, Mohsen Rezaei mengungkapkan bahwa alasan ketidakhadiran para komandan militer dalam prosesi pemakaman korban kerusuhan baru-baru ini adalah karena mereka sedang dalam “status kesiapan perang.”

Mohsen Rezaei mengibaratkan ambisi Donald Trump seperti tentara Hitler yang terjebak dalam salju Rusia, seraya menegaskan bahwa Washington tidak menyadari negara seperti apa yang sedang mereka hadapi. Ia memberikan peringatan keras kepada Donald Trump: “Apakah Anda pikir kami akan menerima permintaan gencatan senjata jika Anda melancarkan serangan jangka pendek? Mundurlah, atau tidak akan ada satu pun pangkalan militer Anda di kawasan ini yang aman.”

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Times of Israel