Skip to main content

Entitas pendudukan Israel kini terperosok dalam krisis kekuasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara lembaga yudisial dan pemerintahan sayap kanan. Ketegangan ini memuncak setelah Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich, melontarkan serangan verbal yang sangat agresif terhadap Ketua Mahkamah Agung, Yitzhak Amit. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis hari ini, Amit menegaskan bahwa serangan Smotrich telah “melampaui garis merah” dan secara terang-terangan mengancam independensi sistem peradilan.

Perselisihan ini bermula dari pernyataan Smotrich yang menggambarkan Ketua Mahkamah Agung sebagai sosok “fanatik yang melakukan kekerasan” dan secara terbuka mengancam akan “menghancurkan” Amit. Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang kecaman luas di kalangan politik dan hukum. Menanggapi hal itu, Amit menyebut ucapan Smotrich sebagai “bahasa cabul” yang tidak pantas keluar dari mulut seorang pejabat publik. Meski demikian, ia menekankan bahwa intimidasi semacam itu tidak akan menggoyahkan kinerjanya maupun kemandirian sistem hukum dalam menjalankan fungsinya.

Melalui surat yang ditujukan kepada para hakim dan jajaran peradilan, Amit mengungkapkan bahwa dirinya menerima puluhan surat dari para kepala pengadilan yang merasa terhina sekaligus khawatir atas kerusakan status lembaga yudisial akibat serangan tersebut. Ia memperingatkan bahwa serangan ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan upaya sistematis untuk meruntuhkan peran pengadilan dalam sistem yang mengklaim diri sebagai demokrasi. Amit menegaskan bahwa kekuatan sistem peradilan berasal dari kinerja profesional harian, bukan dari menanggapi hasutan politik.

Otoritas Yudisial setempat turut mengeluarkan pernyataan keras yang menegaskan bahwa ancaman terhadap hakim tidak dapat dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi atau debat publik yang sah. Mereka melabeli ancaman tersebut sebagai tindakan yang “sangat berbahaya,” mengingat pelakunya adalah pejabat terpilih yang memegang kekuasaan eksekutif. Krisis ini semakin memperdalam keretakan internal di dalam entitas tersebut, di mana supremasi hukum kini berhadapan langsung dengan ambisi politik kelompok ekstrem kanan yang mencoba menundukkan lembaga peradilan.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Times of Israel