Skip to main content

Amnesty International pada Jumat menyerukan tindakan segera untuk menghentikan kapal Holger G, yang berlayar dari India, berbendera Portugal, dan dimiliki oleh perusahaan Jerman, karena mengangkut sekitar 440 ton amunisi dan perlengkapan militer yang ditujukan ke Israel.

Palestinian Information Center melaporkan bahwa organisasi berbasis di Inggris tersebut menyatakan kapal itu membawa komponen amunisi peledak, misil, serta baja untuk keperluan militer. Kapal tersebut diketahui berlayar sejak pertengahan November dengan muatan milik perusahaan industri pertahanan Israel, Elbit Systems dan IMI Systems.

Amnesty International mendesak pemerintah negara-negara di jalur pelayaran kapal tersebut untuk mencegahnya bersandar di pelabuhan mereka, mengingat risiko besar bahwa muatan tersebut akan digunakan dalam kejahatan perang dan genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza yang diduduki.

Direktur Departemen Riset Global Amnesty International, Erika Guevara-Rosas, menegaskan bahwa muatan mematikan tersebut tidak boleh sampai ke Israel. Ia memperingatkan bahwa negara-negara yang tetap menjalin hubungan perdagangan normal dengan Israel berisiko terlibat dalam kejahatan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Seruan ini muncul di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak 10 Oktober, dengan sekitar 738 pelanggaran yang dilaporkan serta menewaskan lebih dari 395 warga Palestina, selain pelanggaran terhadap protokol kemanusiaan terkait masuknya bantuan dan perlengkapan tempat tinggal.

Dalam perkembangan terkait, pada Kamis lalu Jerman dan Israel menandatangani kontrak senilai sekitar 3,1 miliar dolar AS untuk memperluas sistem pertahanan udara dan rudal Arrow-3 yang diproduksi oleh Israel Aerospace Industries. Jerman sebelumnya telah membeli sistem Arrow pada 2023, dan Kementerian Perang Israel menyatakan total nilai kedua kesepakatan tersebut mencapai sekitar 6,7 miliar dolar AS.

Pada Desember ini, Jerman menjadi negara Eropa pertama yang mengoperasikan sistem pertahanan udara Arrow, yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak menengah. Sistem Arrow-3 merupakan bagian tertinggi dari jaringan pertahanan udara berlapis Israel, berdampingan dengan sistem Iron Dome yang ditujukan untuk menghadapi ancaman jarak pendek.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Anadolu Agency