Skip to main content

Koresponden Al-Mayadeen di Jalur Gaza melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara pada Ahad malam, 14 Desember 2025, yang menargetkan kawasan Al-Tuffah, timur laut Kota Gaza.

Ia juga mengungkapkan bahwa pesawat tempur Israel mengebom gedung Al-Agha yang terletak di pusat Kota Khan Younis, di selatan Jalur Gaza, menyebabkan kerusakan besar di area sekitar sasaran.

Pada hari yang sama, pasukan pendudukan turut melakukan operasi penghancuran terhadap sejumlah bangunan permukiman di sebelah timur lingkungan Shuja’iyya, timur Kota Gaza, sebagai bagian dari eskalasi militer yang terus berlanjut.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza menyatakan dalam laporan statistik hariannya bahwa rumah sakit di Gaza menerima 9 syuhada, termasuk 5 korban baru, serta 4 jenazah yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan, selain 45 orang luka-luka selama 24 jam terakhir.

Dengan demikian, jumlah syuhada sejak gencatan senjata diumumkan di Jalur Gaza telah mencapai 391 orang, sementara jumlah korban luka meningkat menjadi 1.063 orang, dan total jenazah yang berhasil ditemukan mencapai 632 orang.

Sementara itu, secara kumulatif sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, jumlah korban telah mencapai 70.663 syuhada dan 171.139 orang luka-luka.

Pendudukan Israel terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober, termasuk pelanggaran terbaru berupa operasi pembunuhan terencana yang dilakukan sehari sebelumnya. Serangan tersebut mengakibatkan gugurnya Komandan Raed Saeed Saad “Abu Mu’adz”, komandan divisi manufaktur militer Brigade Al-Qassam, bersama sejumlah rekan seperjuangannya.

Pelanggaran berulang ini mempertegas berlanjutnya agresi Israel di Jalur Gaza, meskipun adanya kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya menghentikan eskalasi militer dan melindungi warga sipil.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Middle East Eye