Skip to main content

Majelis Ahli Iran secara resmi menetapkan Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran melalui pemungutan suara yang digelar pada hari Minggu, 8 Maret 2026. Keputusan krusial ini diambil melalui studi yang cermat dan ekstensif dengan memanfaatkan wewenang yang diatur dalam Pasal 108 Konstitusi Iran, yang didasarkan pada tugas keagamaan dan keyakinan untuk tetap tegak berdiri di jalan Allah. Ayatullah Mojtaba Khamenei terpilih untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan setelah ayahnya, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, gugur sebagai syahid dalam menjalankan tugas di kantornya akibat agresi pengecut Amerika Serikat dan Israel pada jam-jam pertama serangan tanggal 28 Februari lalu.

Keberhasilan transisi kepemimpinan ini disambut dengan ucapan selamat yang hangat dari Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, pemimpin gerakan Ansar Allah di Yaman. Dalam pesannya, Al-Houthi menyatakan bahwa pencapaian penting di tengah situasi luar biasa ini tidak hanya memperkuat fondasi revolusi dan sistem Islam di Iran, tetapi juga memberikan pukulan besar bagi tiran agresor zaman ini, yaitu Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan bahwa terpilihnya Ayatullah Mojtaba Khamenei merupakan penawar luka bagi umat Islam setelah syahadah pemimpin bangsa sebelumnya. Al-Houthi pun menyatakan solidaritas mutlak Yaman dalam menghadapi tirani Amerika-Israel dan menegaskan bahwa keteguhan serta perlawanan efektif Iran akan membawa pada kemenangan yang tanda-tandanya sudah terlihat dari keberlangsungan organisasi kepemimpinan yang tetap utuh.

Dukungan kuat juga datang dari Irak melalui Ketua Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), Faleh al-Fayyad, yang memuji kohesi, ketahanan, dan kemampuan tinggi institusi negara Iran dalam mengelola fase transisi dengan stabilitas dan kebijaksanaan. Al-Fayyad menganggap bahwa kemampuan Iran untuk menetapkan pemimpin baru secara cepat dan teratur di tengah kecamuk perang adalah cerminan dari kekuatan sistem pemerintahan yang tidak tergoyahkan oleh keadaan darurat. Ia menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Ayatullah Mojtaba Khamenei, Iran akan terus memperkuat kekuatannya dan menjaga kedaulatan negaranya di hadapan tantangan global yang ada.

Penetapan ini mengirimkan pesan tegas kepada dunia, khususnya kepada Washington dan Tel Aviv, bahwa struktur kepemimpinan Republik Islam Iran tidak dapat dilumpuhkan dengan serangan fisik terhadap para pemimpinnya. Sebaliknya, organisasi pemerintahan dan militer Iran menunjukkan kesiapan operasional yang penuh, di mana Ayatullah Mojtaba Khamenei kini memimpin bangsa dan mujahidin dalam Garda Revolusi serta angkatan bersenjata untuk melanjutkan perlawanan. Dengan dukungan penuh dari poros perlawanan regional, Iran kini memulai babak baru kepemimpinannya untuk memastikan kedaulatan bangsa dan keselamatan umat Islam tetap terjaga di tengah agresi yang masih berlangsung.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Al Arabiya