Skip to main content

Pemimpin partai Yisrael Beiteinu Avigdor Lieberman memperingatkan tentang meningkatnya ancaman Iran serta menekankan bahwa rudal-rudal Iran telah mengubah aturan perang. Ia menyerukan persiapan untuk mengevakuasi fasilitas strategis yang sensitif demi mengantisipasi kemungkinan konfrontasi. Surat kabar Israel Hayom mengutip pernyataan Avigdor Lieberman dalam pertemuan blok parlementernya bahwa ia telah lama menyerukan kesiapan pertahanan melawan Iran, namun menghadapi kritik tajam dan serangan pada saat itu. Ia menambahkan bahwa terdapat ironi ketika ia membaca kemarin bahwa perdana menteri sendiri meminta penundaan serangan terhadap Iran dengan klaim bahwa Israel tidak siap, yang menurutnya merupakan harga dari penundaan keputusan dan kegagalan untuk bertindak tepat waktu.

Avigdor Lieberman menunjukkan bahwa jika terjadi konfrontasi, Iran akan berupaya menargetkan situs-situs strategis di dalam Israel sebagaimana yang dilakukan sebelumnya dalam serangan yang menargetkan fasilitas sensitif. Ia menegaskan bahwa mengevakuasi semua target tidaklah mungkin, namun menekankan perlunya bersiap untuk evakuasi segera dan terorganisir di lokasi-lokasi vital. Dalam konteks terkait, Avigdor Lieberman mengutip laporan Pengawas Keuangan Negara baru-baru ini yang mengungkapkan bahwa lebih dari tiga juta warga Israel hidup tanpa perlindungan yang memadai, ditambah dengan hampir setengah juta siswa yang bersekolah tanpa keamanan yang cukup. Ia mengkritik keras kinerja lembaga keamanan dan kepemimpinan politik serta menegaskan bahwa kekurangan tersebut telah bertahan sejak perang terakhir tanpa ada langkah nyata yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

Avigdor Lieberman menyatakan bahwa alih-alih berinvestasi dalam pembelian skuadron pesawat tambahan, kekuatan rudal yang nyata harus dibangun karena sembilan puluh persen perang modern dilakukan dengan rudal. Ia menambahkan bahwa memiliki angkatan udara yang canggih tidak lagi cukup mengingat perkembangan signifikan dalam gudang senjata rudal Iran. Ia menyimpulkan dengan menyerukan kepada lembaga keamanan untuk melakukan penilaian ulang yang komprehensif terhadap strategi defensif dan ofensifnya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, mengingat keadaan regional yang berubah cepat.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Times of Israel