Skip to main content

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Reza Tangsiri, menegaskan bahwa latihan besar “Power” yang baru saja digelar telah mencapai seluruh target yang direncanakan. Ia mengungkap bahwa IRGC menampilkan sebagian dari kemampuan maritimnya, termasuk uji coba rudal-rudal buatan dalam negeri.

Tangsiri menjelaskan bahwa latihan ini untuk pertama kalinya mencakup uji tembak sebuah rudal dengan jangkauan geografis yang lebih luas dari wilayah Teluk Persia. Selain itu, rudal balistik presisi juga berhasil diuji dalam berbagai skenario. Dalam latihan ini, pasukan Iran menembakkan rudal untuk menghancurkan sasaran di permukaan laut, di bawah air, dan juga di udara.

Ia menekankan bahwa seluruh persenjataan yang digunakan merupakan hasil industri pertahanan Iran sendiri, dan bahwa kemampuan ini memungkinkan IRGC memantau pergerakan musuh di Teluk Persia secara terus-menerus, sekaligus menjaga kesiapan penuh untuk menghadapi segala potensi konfrontasi.

Tahap kedua dari manuver “Power” dilakukan dengan meluncurkan deretan rudal balistik dan jelajah jarak jauh berpemandu presisi. Dalam fase ini—yang berlangsung di Teluk Persia, pulau-pulau Iran, Selat Hormuz, dan Laut Oman—rudal jelajah Qadr-110, Qadr-380, Qadir, serta rudal balistik 303 ditembakkan secara serempak dari lokasi-lokasi jauh di dalam wilayah Iran dan menghancurkan seluruh target yang telah ditentukan di Laut Oman dengan akurasi tinggi.

Bersamaan dengan peluncuran rudal, kawanan drone ikut menyerang dan menghancurkan pangkalan musuh tiruan. Latihan ini juga menguji sistem pertahanan udara kapal dalam menghadapi serangan intensif yang menyasar kapal cepat dan garis pantai Iran. Senjata bawah permukaan generasi baru—yang merupakan amunisi pintar jarak sangat jauh—turut digunakan.

Admiral Tangsiri menegaskan bahwa dalam latihan tersebut, rudal-rudal produksi IRGC diluncurkan dari kedalaman wilayah Iran untuk mengincar target maritim secara efektif. Sementara itu, Komandan Pasukan Darat IRGC, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, menyatakan bahwa angkatan laut Garda Revolusi kini memiliki seluruh perlengkapan yang dibutuhkan untuk menghadapi pertempuran laut apa pun, dan semua komponen yang diperlukan telah lengkap di dalam struktur tempur IRGC.

Manuver ini juga menguji ketahanan sistem-sistem tempur Iran terhadap perang elektronik dalam kondisi simulasi pertempuran. Latihan tersebut menunjukkan bahwa Angkatan Laut IRGC terus menjaga jalur-jalur laut vital Iran tanpa henti, mempertegas kesiapan Iran dalam menghadapi ancaman apa pun di wilayah perairannya—mulai dari Teluk Persia hingga Laut Oman.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: MD