Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan pada Minggu, 3 Mei 2026, bahwa dua anak gugur dan tiga lainnya luka-luka akibat serangan militer Israel dalam 24 jam terakhir. Serangan ini merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya melindungi warga sipil. Laporan statistik harian tersebut menegaskan bahwa masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan di jalanan karena tim ambulans serta pertahanan sipil dihalangi oleh intensitas serangan yang terus berlanjut.
Sejak gencatan senjata diberlakukan secara formal, jumlah warga Gaza yang gugur akibat serangan Israel telah meningkat menjadi 830 orang, sementara korban luka mencapai 2.345 orang. Hal ini menunjukkan bahwa militer Israel secara konsisten mengabaikan komitmen jeda pertempuran melalui tindakan agresi fisik maupun pengetatan blokade yang mencekik akses kemanusiaan.
Secara kumulatif, sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023 hingga saat ini, jumlah korban jiwa telah mencapai 72.610 dan 172.448 orang luka-luka. Tekanan terhadap infrastruktur kesehatan semakin kritis karena rumah sakit dan unit gawat darurat harus menangani ribuan korban baru di bawah ancaman serangan langsung yang merusak fasilitas medis di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Palestine Chronicle


