Pada Selasa, 2 Desember 2025, Paus Leo XIV mendesak pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk tidak mencoba menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro melalui kekuatan militer. Ia menekankan bahwa “opsi militer bukanlah solusi,” seraya mendorong Washington untuk memilih dialog atau tekanan ekonomi “jika itu yang ingin dilakukan Amerika Serikat” dalam upaya mendorong perubahan di Venezuela.
Paus menyampaikan pernyataan tersebut dalam perjalanan pulangnya dari Türkiye dan Lebanon, kunjungan luar negeri pertamanya sejak mulai menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik. Paus Leo XIV, yang berasal dari Chicago dan pernah bertahun-tahun melayani dalam posisi keuskupan di Peru, menilai bahwa pengalaman langsungnya di Amerika Latin memberinya pemahaman mendalam mengenai dinamika regional.
Komentarnya merespons laporan Reuters bulan lalu yang mengungkap bahwa Washington sedang mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk upaya menggulingkan Maduro, setelah militer AS meningkatkan pengerahan armada di Karibia serta melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga terkait penyelundupan narkotika di lepas pantai Venezuela.
Di Havana, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam intervensi, ancaman, dan tindakan agresi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, menyebutnya “tidak dapat diterima dan kelanjutan dari praktik kolonial lama.” Ia menegaskan bahwa kebijakan seperti gunboat diplomacy dan Doktrin Monroe telah kehilangan makna, dan menekankan bahwa Amerika Latin dan Karibia adalah kawasan yang menjunjung perdamaian. Díaz-Canel juga kembali menegaskan dukungan penuh Kuba terhadap Venezuela.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez memperingatkan bahwa peningkatan kehadiran militer AS yang semakin agresif di Karibia menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas kawasan. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut—yang menurutnya didorong langsung oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio—bertujuan menggulingkan pemerintah sah Venezuela secara paksa, sebuah tindakan yang ia anggap berbahaya, tidak bertanggung jawab, dan berpotensi memicu konsekuensi yang sulit diprediksi.
Peringatan keras dari Paus Leo XIV dan pemimpin Kuba ini mencerminkan kekhawatiran internasional yang meningkat terhadap potensi eskalasi militer di kawasan, di tengah sikap Washington yang semakin mengeras terhadap Caracas.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: BBC



