Juru Bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyampaikan peringatan yang sangat keras pada hari Minggu, 1 Februari 2026, terkait ancaman agresi terhadap negaranya. Beliau menegaskan bahwa dalam skenario perang potensial apa pun, Iran memiliki kemampuan untuk melenyapkan 50 persen kapabilitas musuh hanya pada tahap pertama pertempuran.
Pernyataan ini disampaikan Ebrahim Rezaei setelah pertemuan komite yang dihadiri oleh seorang komandan senior dari Pasukan Kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam. Beliau menekankan bahwa perintah dari Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, sudah sangat jelas: jika terjadi agresi, maka respons Iran akan berada pada level tertinggi, bersifat tegas, dan destruktif. Beliau secara khusus memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan “tindakan bodoh” dengan meluncurkan serangan, karena hal tersebut akan menyeret Washington ke dalam konfrontasi regional yang luas. Beliau mengingatkan bahwa seluruh kepentingan militer dan ekonomi Amerika Serikat di kawasan berada dalam jangkauan operasional Iran.
Lebih lanjut, Ebrahim Rezaei menambahkan bahwa kemampuan militer Iran saat ini jauh lebih kuat dibandingkan saat perang dua belas hari, dan kekuatan yang dimiliki sebenarnya jauh lebih besar daripada apa yang telah diperlihatkan selama ini. Beliau menunjukkan bahwa Iran memiliki kendali intelijen yang sangat tinggi terhadap musuh dan terus memantau setiap pergerakan mereka. Beliau juga menegaskan kembali peringatannya dari hari Jumat lalu bahwa sasaran Iran tidak akan terbatas pada pangkalan militer Amerika saja, melainkan mencakup seluruh kepentingan Amerika Serikat serta Israel.
Dukungan terhadap posisi Iran juga datang dari Sana’a, di mana Parlemen Yaman menyatakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bahwa kepemimpinan dan rakyat Yaman berdiri teguh bersama Republik Islam Iran. Dalam sebuah pernyataan resmi, dewan tersebut menegaskan dukungan terhadap segala opsi yang diambil Iran untuk menjerakan Amerika Serikat. Mereka menilai ancaman Amerika sebagai campur tangan terang-terangan terhadap kedaulatan Iran dan memperingatkan bahwa eskalasi ini bukan hanya mengancam Iran, melainkan juga perdamaian dan keamanan dunia secara global.
Pihak Yaman juga menyatakan bahwa Washington bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang menimpa rakyat Palestina karena statusnya sebagai mitra utama Israel. Pernyataan dukungan ini muncul di tengah meningkatnya laporan mengenai kemungkinan serangan Amerika serta mobilisasi militer besar-besaran di kawasan, yang secara tegas ditolak oleh negara-negara di Timur Tengah serta berbagai gerakan perlawanan yang menyatakan kesiapan mereka membela Republik Islam Iran menghadapi agresi apa pun.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency


