Dalam rangka merespons agresi Israel dan membela Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam melaksanakan 32 operasi militer pada Rabu, 30 Oktober 2024. Operasi-operasi tersebut menargetkan permukiman, posisi, barak, dan konsentrasi pasukan Israel di perbatasan Lebanon–Palestina, menggunakan drone dan tembakan artileri.
Di sektor darat, setelah pemantauan akurat terhadap pasukan Israel di pinggiran kota Khiyam, para pejuang menargetkan mereka dengan tembakan roket dan artileri, menghasilkan hantaman yang terkonfirmasi.
Saat sekelompok tentara Israel bergerak antara kota Kfar Kila dan Deir Mimas, para penembak terlatih menargetkan mereka dengan rudal berpemandu, menimbulkan korban.
Sebagai bagian dari rangkaian Operasi “Khaibar”, unit roket dan unit udara Perlawanan Islam melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal presisi dan kawanan drone, menargetkan pangkalan Ein Shemer di timur Haifa, kamp Eliakim di selatan Haifa, serta pangkalan Shraga di utara Acre.
Unit roket juga menargetkan kamp Adam untuk pelatihan satuan khusus di selatan Tel Aviv dengan rudal presisi, sementara unit udara melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Tirat Carmel di selatan Haifa.
Unit roket kembali membombardir kawasan Kriot di utara Haifa serta permukiman Liman dan Gesher Haziv.
Unit pertahanan udara Perlawanan mencegat jet tempur Israel di langit wilayah Zahle dan sebuah drone pengintai di sektor barat menggunakan rudal permukaan-ke-udara, memaksa keduanya keluar dari wilayah udara Lebanon.
Dalam pidato pertamanya setelah terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qassem menyatakan bahwa situasi di medan membuktikan pemulihan Hizbullah dari serangan-serangan yang sebelumnya diterimanya, dan bahwa partai tersebut merupakan institusi yang kuat, solid, dan memiliki kapasitas besar.
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa militer Israel berusaha melacak drone yang menyusup dari Lebanon, namun salah satunya meledak di pangkalan Shraga dekat Acre.
Pada hari itu, sirene peringatan berbunyi sebanyak 27 kali di berbagai wilayah Palestina yang diduduki, terutama di permukiman Galilee Panhandle, Galilee Hulu, serta sepanjang pesisir dari Rosh Hanikra hingga permukiman Netanya di selatan.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: The Telegraph



