Skip to main content

Hizbullah melalui pada Rabu, 19 November 2025 mengecam keras pembantaian mengerikan yang dilakukan pasukan pendudukan Israel pada Selasa malam di Kamp Ain Al-Hilweh, Sidon. Serangan itu menewaskan 13 warga Palestina dan melukai banyak lainnya, ketika Israel menargetkan kawasan padat penduduk yang dipenuhi warga sipil dan anak-anak. Hizbullah menyebut serangan tersebut sebagai tindakan brutal yang menambah panjang daftar kejahatan dan penindasan sistematis Israel terhadap warga Palestina, Lebanon, dan masyarakat di kawasan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pertumpahan darah tersebut bukan hanya serangan terhadap kedaulatan Lebanon, tetapi juga pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang secara berulang dilanggar Israel dengan dukungan terbuka—dan terkadang perencanaan—dari pemerintahan Amerika Serikat.

Hizbullah memperingatkan bahwa sikap lunak, lemah, atau tunduk dari otoritas negara Lebanon hanya akan mendorong Israel melanjutkan agresinya dan membuka jalan bagi pembantaian serta pelanggaran baru. Pernyataan itu menegaskan bahwa langkah reaktif semata tidak cukup dan justru berisiko memberi Israel dorongan untuk meneruskan serangannya.

Hizbullah menyeru agar Lebanon mengambil sikap nasional yang tegas dan bersatu dalam menghadapi kejahatan Israel, memanfaatkan seluruh sumber kekuatan yang dimiliki negara untuk mencegah dan menghadang agresi, menjaga kedaulatan, serta melindungi keamanan nasional.

Menutup pernyataannya, Hizbullah menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para syahid, warga Ain Al-Hilweh, dan rakyat Palestina, seraya mendoakan rahmat bagi para korban serta kesembuhan bagi yang terluka.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: IRNA