Skip to main content

Perlawanan Islam di Lebanon atau Hizbullah meluncurkan serangkaian operasi militer besar-besaran sepanjang Minggu, 5 April 2026, yang menyasar posisi pasukan pendudukan zionis di sepanjang perbatasan hingga pemukiman di utara Palestina yang diduduki. Salah satu pencapaian strategis paling signifikan dilaporkan dalam pernyataan nomor 5 Hizbullah, di mana pada pukul 00:05 dini hari, para pejuang berhasil menghantam sebuah kapal perang Israel yang berada 68 mil laut di lepas pantai Lebanon menggunakan rudal penjelajah angkatan laut. Kapal tersebut diketahui sedang bersiap meluncurkan serangan ke wilayah Lebanon dan berhasil dihantam secara langsung setelah dipantau selama berjam-jam.

Di medan tempur darat, Hizbullah menunjukkan keunggulan taktik jebakan dengan meledakkan alat peledak (IED) terhadap pasukan Israel di sekitar kota Shamaa pada pukul 17:40, yang menimbulkan korban jiwa di pihak musuh. Pasukan evakuasi yang tiba di lokasi kemudian segera dihujani artileri secara bertubi-tubi. Selain itu, konsentrasi tentara dan kendaraan militer pendudukan di kota Ainata—termasuk area Al-Sadr, bukit Ghadmatha, dan bukit Friz—menjadi sasaran salvo roket antara pukul 12:40 hingga 13:30. Serangan serupa juga diarahkan ke timur pusat penahanan Khiam sebanyak dua kali berturut-turut pada sore hari.

Hizbullah juga memperluas jangkauan serangannya ke situs-situs infrastruktur dan pangkalan pemantauan udara musuh. Pangkalan pengawasan udara “Meron” yang krusial bagi operasi udara zionis dihantam salvo rudal pada pukul 15:00. Secara simultan, infrastruktur militer di pemukiman Karmiel, kota Safed, serta Katzrin di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki juga menjadi sasaran pemboman. Di utara kota Acre, sebuah pangkalan administratif pendukung logistik Komando Utara Israel berhasil disusup dan dihantam oleh drone serang berkualitas tinggi pada pukul 19:00. Serangan drone lainnya juga menyasar situs Calf Hill di utara pemukiman Kfar Yuval serta situs Malkiya yang terkena serangan gabungan rudal dan drone bunuh diri.

Menanggapi eskalasi ini, media massa Israel Yedioth Ahronoth menyatakan bahwa klaim sombong kepemimpinan zionis mengenai kekalahan Hizbullah dan Iran hanya akan berakhir dengan kekecewaan mendalam. Surat kabar tersebut menekankan bahwa ambisi melucuti senjata Hizbullah tidak akan pernah tercapai, terlepas dari seberapa sering Menteri Keamanan Yisrael Katz melontarkan bualan kemenangannya di media. Seluruh rangkaian operasi ini ditegaskan oleh Hizbullah sebagai pembelaan sah atas kedaulatan Lebanon yang memastikan bahwa setiap agresi terhadap rakyat dan wilayah Lebanon akan dibayar mahal oleh pihak penjajah.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency