Tim pertahanan sipil di Jalur Gaza berhasil mengevakuasi 51 jenazah dari halaman Klinik Sheikh Radwan di sebelah barat Kota Gaza pada Rabu, 12 November 2025, menurut keterangan resmi lembaga tersebut.
Pertahanan Sipil menambahkan bahwa timnya masih terus melakukan pencarian untuk menemukan jenazah lain yang dikubur secara terburu-buru selama berbulan-bulan perang genosida yang dilakukan oleh pendudukan Israel di Jalur Gaza.
Selain itu, tiga jenazah baru yang berhasil dievakuasi serta empat orang terluka telah dibawa ke rumah sakit di wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir, sebagaimana diumumkan Kementerian Kesehatan Gaza pada hari yang sama.
Sementara sejumlah korban masih terperangkap di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, dengan tim ambulans dan pertahanan sipil yang belum dapat menjangkau mereka, jumlah korban jiwa kini mencapai 69.185 orang dan korban luka 170.698 orang sejak dimulainya genosida pada 7 Oktober 2023.
Sejak gencatan senjata pada Jumat, 11 Oktober 2025, jumlah korban meninggal mencapai 245 orang, sementara korban luka mencapai 627 orang. Adapun jumlah jenazah yang berhasil ditemukan sejauh ini mencapai 532 orang.
Klub Tahanan Palestina menyatakan bahwa otoritas Israel menjalankan kebijakan “balas dendam kolektif” terhadap para tahanan yang telah dibebaskan dan dideportasi ke Mesir, dengan melarang keluarga mereka melakukan perjalanan dan bertemu sejak pembebasan.
Ketua klub tersebut, Abdullah Al-Zaghari, menjelaskan dalam pernyataan pada Rabu, 12 November 2025, bahwa puluhan dari para tahanan yang dideportasi itu berada dalam kondisi kesehatan kritis dan membutuhkan perawatan medis serta pendampingan keluarga.
Al-Zaghari menambahkan bahwa pendudukan “tidak puas hanya dengan merampas kebebasan mereka selama bertahun-tahun, tetapi terus menghukum mereka setelah pembebasan dengan mencegah keluarga untuk bertemu,” seraya menyinggung kasus mantan tahanan Mu’tasim Radad yang meninggal di Mesir setelah dilarang bertemu keluarganya bahkan di saat-saat terakhir hidupnya.
Menurut pernyataan sebelumnya dari klub tersebut, Israel telah mendeportasi sekitar 383 tahanan yang dibebaskan ke Mesir sejak Oktober 2023 sebagai bagian dari sejumlah kesepakatan pertukaran tahanan. Sebagian besar dari mereka hingga kini masih berada di Mesir.
Sementara itu, sumber diplomatik melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pembangunan pangkalan sementara yang mampu menampung sekitar 10.000 orang di dekat Jalur Gaza, sebagai bagian dari upaya membentuk “pasukan stabilisasi” yang terdiri atas personel dari berbagai negara untuk memantau gencatan senjata, tanpa melibatkan pasukan AS secara langsung dalam operasi.
Berdasarkan dokumen yang ditinjau oleh lembaga tersebut, Angkatan Laut AS sedang mencari perkiraan biaya dari sejumlah perusahaan terpilih untuk membangun “pangkalan operasi militer sementara yang mandiri, mampu mendukung 10.000 personel, dan menyediakan ruang kantor seluas 10.000 kaki persegi untuk jangka waktu 12 bulan.”
Permintaan informasi itu menetapkan lokasi pangkalan “di dekat Gaza, Israel,” dan dikirim pada Kamis, 31 Oktober 2025, menurut dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut namun meminta untuk tidak disebutkan namanya karena bersifat tertutup. Tanggapan terhadap permintaan itu dijadwalkan masuk paling lambat Senin, 3 November 2025.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Drop Site News


