Skip to main content

Teheran menolak tuduhan Amerika Serikat yang menuding Iran merencanakan pembunuhan terhadap duta besar Israel di Meksiko, dan menyebut klaim tersebut “absurd.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengatakan, “Kami menganggap klaim ini sangat menggelikan,” seraya menegaskan bahwa “upaya merusak hubungan bersahabat Iran dengan negara-negara lain merupakan bagian dari rencana entitas Zionis.” Ia menambahkan bahwa “tuduhan ini sepenuhnya dibuat-buat dan tidak berdasar, sementara Kementerian Luar Negeri Meksiko bersama lembaga intelijennya telah mengeluarkan pernyataan yang membantah keberadaan kasus semacam itu.”

Menanggapi pengakuan Presiden AS Donald Trump tentang keterlibatan langsung Washington dalam perang melawan Iran, Baghaei mengatakan, “Pengakuan terbuka terhadap kejahatan internasional ini membuat pemerintah AS sepenuhnya bertanggung jawab.” Ia menambahkan, “Kami segera mendaftarkan pernyataan presiden AS tersebut sebagai dokumen resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan, sejalan dengan langkah-langkah lain yang telah kami ambil untuk mendokumentasikan kejahatan Amerika Serikat dan entitas Zionis.”

Baghaei menjelaskan bahwa pengakuan itu “pasti akan digunakan di pengadilan mana pun sebagai salah satu bukti nyata keterlibatan Amerika Serikat dalam tindakan agresi ini,” dan bahwa pihaknya tengah “mengejar secara serius proses dokumentasi atas agresi militer yang dilakukan oleh entitas Zionis dan Amerika Serikat, serta mempelajari semua kemungkinan yang tersedia di tingkat internasional untuk mengajukan gugatan hukum terhadap Amerika Serikat.”

Mengenai isu nuklir, Baghaei menilai bahwa “ungkapan ketertarikan Prancis untuk bernegosiasi dengan Iran saja tidak cukup, melainkan harus disertai langkah nyata dan serius, yang sayangnya belum kami lihat hingga kini.” Ia menambahkan bahwa “dalam pertemuan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional mendatang, kemungkinan akan ada upaya untuk mengambil langkah serupa dengan yang dilakukan tiga negara Eropa dan Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB guna menghidupkan kembali resolusi yang telah dibatalkan.”

Ia menegaskan bahwa Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, sendiri telah menyatakan dalam berbagai wawancara bahwa program nuklir Iran bersifat damai dan tidak ada bukti penyimpangan. Karena itu, ia menuntut agar Grossi “selalu menyampaikan pernyataannya dalam koridor tugas profesionalnya dan menjauh dari pernyataan bernuansa politik.”

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Sada News