Pesawat tempur Israel kembali melancarkan serangan ke desa dan kota di Lebanon selatan. Wartawan Al-Manar melaporkan bahwa pesawat musuh menjatuhkan bom di kawasan Al-Kasair, di kota Mays al-Jabal, sebagai bagian dari rangkaian serangan berkelanjutan terhadap warga sipil dan harta benda di wilayah selatan.
Sumber di lapangan juga menyebutkan bahwa drone milik Israel menargetkan sebuah mobil di daerah Jneim, antara Shebaa dan Rashaya al-Wadi. Serangan itu menyebabkan dua orang yang berada di dalam kendaraan jenis Jeep gugur seketika. Ambulans tiba di lokasi dan mengevakuasi jenazah kedua syuhada, sementara drone masih terbang di wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Dalam serangan lain, pesawat tanpa awak Israel menyerang mobil sipil jenis Rapid sekitar pukul delapan pagi di jalan umum Bint Jbeil–Saf al-Hawa, dekat Rumah Sakit Syahid Salah Ghandour. Drone menembakkan dua rudal berpemandu dengan jarak sekitar empat ratus meter, menyebabkan seorang warga sipil terluka parah. Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan sedikitnya tujuh orang terluka akibat serangan itu. Tim pemadam kebakaran bekerja keras memadamkan api yang melalap kendaraan yang menjadi sasaran.
Dalam konteks yang sama, wartawan Al-Manar melaporkan bahwa pesawat tempur Israel juga menargetkan alat berat ekskavator di dekat alun-alun kota Blida pada malam hari, kemudian kembali menyerang pagi harinya di wilayah yang dikenal dengan sebutan “Kilometer 9”.
Rangkaian serangan ini menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap kedaulatan Lebanon. Sementara itu, komunitas internasional sejauh ini masih bungkam atas kejahatan berulang yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur di wilayah selatan negara tersebut.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: Arab News



