Tentara pendudukan Israel dan badan intelijennya, Mossad, dilaporkan tengah mempersiapkan pembukaan front baru di Irak dengan dalih adanya “ancaman yang muncul” terhadap entitas pendudukan.
Menurut laporan situs Ibrani Walla pada Jumat, 31 Oktober 2025, langkah tersebut dilakukan menyusul kekhawatiran di Tel Aviv atas apa yang mereka sebut sebagai “ancaman yang berkembang terhadap front dalam negeri Israel dari wilayah Irak.”
Rezim pendudukan menilai bahwa faksi-faksi perlawanan, terutama Brigade Hizbullah Irak, menjadi ancaman utama bagi entitas Zionis. Berdasarkan skenario yang diuraikan dalam laporan Ibrani itu, serangan terhadap entitas pendudukan dapat dilakukan melalui peluncuran rudal dan drone dari wilayah Irak — dengan pola yang menyerupai serangan yang dilancarkan oleh kelompok Ansarullah Yaman terhadap wilayah pendudukan.
Walla menulis bahwa “penting untuk dicatat keberadaan badan koordinasi yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), yang mencakup seluruh faksi perlawanan di Irak. Brigade Hizbullah merupakan yang paling menonjol di antara mereka, baik dari segi pengaruh politik maupun besarnya persenjataan militer, termasuk drone jarak jauh.”
Langkah Tel Aviv ini menandakan meningkatnya kekhawatiran Zionis terhadap perluasan poros perlawanan di kawasan, di tengah kegagalannya menahan tekanan di front Lebanon, Gaza, dan Yaman.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Shafaq News



