Skip to main content

Sebagai tanggapan atas agresi Israel terhadap Lebanon dan dalam rangka membela tanah air beserta rakyatnya, Perlawanan Islam melancarkan delapan belas operasi militer pada Sabtu, 5 Oktober 2024.
Operasi-operasi tersebut sebagian besar menargetkan pos-pos, barak, dan titik konsentrasi pasukan musuh Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina, menggunakan rudal dan tembakan artileri.

Di medan darat, menurut seorang perwira di ruang operasi perlawanan, sebuah unit elit tentara musuh berupaya menyusup ke sekitar gedung balai munisipalitas al-Adisa dengan tujuan memasang jebakan peledak.
Namun, ketika pasukan musuh mencapai titik penyergapan yang telah disiapkan sebelumnya, para pejuang perlawanan segera menerjang mereka dengan tembakan senapan mesin.
Ledakan ranjau yang dibawa para prajurit Zionis sendiri menewaskan dan melukai sekitar lima belas tentara musuh, sementara tim penyelamat Israel berusaha mengevakuasi korban di bawah lindungan tembakan helikopter yang intens.

Pasukan musuh lain mencoba maju melalui jalur alternatif menuju gedung yang sama, namun mujahidin menghadang mereka dengan keberanian luar biasa selama lebih dari dua jam.
Pertempuran sengit itu memaksa pasukan Israel mundur setelah menderita kerugian tambahan.
Di sisi lain, para pejuang perlawanan berhasil menghancurkan sebuah tank Merkava menggunakan rudal berpemandu ketika kendaraan tersebut berusaha bergerak dari rute belakang menuju bukit al-Bat di pinggiran Maroun al-Ras.

Di medan udara, pasukan roket perlawanan menargetkan pangkalan udara Ramat David, yang terletak sekitar 50 kilometer dari perbatasan Lebanon–Palestina, menggunakan rudal Fadi-1.
Selain itu, sejumlah pangkalan militer, permukiman, dan kota di Palestina utara yang diduduki juga dihujani tembakan artileri.

Dalam operasi kualitatif, angkatan udara perlawanan melancarkan serangan drone terhadap Pangkalan “Shamshon”, yang merupakan pusat komando dan logistik penting milik Angkatan Udara Israel.

Media berbahasa Ibrani mengonfirmasi peluncuran lima rudal berat dari Lebanon, yang memicu sirene di Afula dan sekitarnya.
Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa sepuluh pemukim Zionis terluka akibat hujan roket yang menghantam kota Haifa yang diduduki.

Sementara itu, tentara pendudukan Israel mengumumkan bahwa tiga puluh delapan tentaranya terluka dalam bentrokan yang berlangsung selama dua puluh empat jam terakhir, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Sirene peringatan dilaporkan berbunyi sembilan belas kali di berbagai wilayah pendudukan, termasuk Haifa, Safed, dan sebagian besar wilayah Galilea tengah.

Sumber berita:  Al-Manar

Sumber gambar: Jerusalem Post