Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memuji kemenangan besar diplomatik dan hukum bagi Teheran setelah Rusia dan Tiongkok, bersama 120 negara anggota Gerakan Nonblok, mendukung berakhirnya pembatasan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 serta menentang upaya negara-negara Barat untuk menggunakan mekanisme snapback.
Berbicara dalam sidang parlemen pada Minggu, 26 Oktober 2025, Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan bahwa Iran telah meraih salah satu pencapaian paling signifikan dalam kebijakan luar negerinya — kemenangan yang ia sebut sebagai hasil dari ketahanan panjang rakyat Iran serta kemajuan yang dicapai di tengah tekanan dan sanksi berat.
Ia menggambarkan surat para menteri luar negeri Iran, Rusia, dan Tiongkok kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan PBB sebagai tanda kesatuan strategis antara ketiga kekuatan besar tersebut. Dalam surat itu, mereka dengan tegas menyatakan bahwa upaya tiga negara Eropa untuk memicu apa yang disebut sebagai mekanisme snapback tidak memiliki keabsahan hukum.
Mohammad Baqer Qalibaf menambahkan bahwa sesuai dengan Paragraf 8 Resolusi 2231, seluruh pembatasan dan kewajiban dari resolusi tersebut kini telah berakhir. Ia menegaskan bahwa pembatalan resolusi-resolusi sebelumnya telah berjalan, dan dengan pengakuan resmi atas hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium, berkas nuklir Iran secara resmi telah dikeluarkan dari agenda Dewan Keamanan PBB.
Ia juga menyinggung surat terbaru dari perwakilan tetap Iran, Rusia, dan Tiongkok di kantor PBB di Wina kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Dalam surat itu, ketiga negara menegaskan bahwa setiap upaya untuk mengaktifkan kembali mekanisme snapback adalah ilegal. Selain itu, mereka menegaskan bahwa karena Resolusi 2231 telah berakhir, mandat Direktur Jenderal IAEA untuk memverifikasi dan memantau implementasi JCPOA serta aktivitas nuklir Iran juga telah berakhir.
Lebih lanjut, Mohammad Baqer Qalibaf menekankan bahwa IAEA harus mematuhi resolusi Dewan Gubernur Desember 2015 dan tidak bertindak berdasarkan interpretasi sepihak dari negara-negara Barat.
Menurutnya, dua surat bersama tersebut tidak hanya menandai kemenangan hukum bagi Iran, tetapi juga menjadi bukti bahwa dinamika kekuatan global sedang berubah, di mana tatanan dunia kini terbelah dalam hal pelaksanaan resolusi PBB.
Mohammad Baqer Qalibaf menutup pidatonya dengan menyatakan bahwa struktur sistem internasional kini menunjukkan tanda-tanda memasuki era baru, di mana Tiongkok, Rusia, Iran, dan 120 negara Gerakan Nonblok secara sah telah mengakhiri penyalahgunaan mekanisme lembaga-lembaga internasional, serta berdiri menentang pemaksaan dan tindakan sepihak oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Tehran Times



