Pihak militer Amerika Serikat mengumumkan pada hari Selasa, 14 Juli 2026, bahwa mereka telah melanjutkan blokade laut terhadap lalu lintas maritim dan kapal-kapal yang melintas menuju maupun dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan dalam sebuah unggahan resmi di platform media sosial X bahwa pasukan Amerika Serikat melanjutkan kembali blokade laut terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju dan dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran pada hari Selasa, 14 Juli 2026, pukul 16.00 Waktu Timur atau pukul 20.00 GMT. Komando Pusat Amerika Serikat tersebut melanjutkan pernyataannya dengan merujuk pada skala mobilisasi militer Amerika Serikat, menyebutkan adanya kehadiran lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat, di samping ratusan pesawat militer yang sedang aktif dan beroperasi di seluruh kawasan Timur Tengah pada saat ini. CENTCOM mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tetap waspada, mematikan, dan siap untuk menghadapi segala perkembangan yang terjadi di lapangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan pemberlakuan kembali blokade laut secara langsung terhadap Iran pada hari Senin, 13 Juli 2026, seraya menyatakan bahwa blokade tersebut akan dibatasi untuk mencegah kapal-kapal Iran, para agen, dan sekutunya masuk atau keluar dari selat tersebut, sementara semua negara lain akan menikmati penggunaan serta hak pakai selat yang adil dan terbuka. Terkait hal yang sama, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, selaku komando operasional gabungan Angkatan Bersenjata Iran, mengonfirmasi pada hari Selasa, 14 Juli 2026, bahwa Iran tidak akan pernah mengizinkan Amerika Serikat untuk campur tangan dalam pengelolaan Selat Hormuz, sekaligus menekankan bahwa petualangan militer Amerika Serikat yang ikut campur dalam urusan pengelolaan tersebut telah sangat membahayakan keamanan kawasan, perdagangan internasional, dan perlintasan kapal-kapal tanker minyak.
Pemerintah Iran sendiri telah menangguhkan lalu lintas melalui Selat Hormuz sejak hari Minggu, 12 Juli 2026 yang lalu, hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan menegaskan bahwa perlintasan melalui selat tersebut saat ini sama sekali tidak dapat dilakukan, dan penyeberangan hanya akan diizinkan setelah mendapatkan izin khusus. Kebijakan strategis ini muncul setelah berbagai serangan pihak Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir menargetkan sejumlah situs di Bandar Abbas, Bushehr, Sirik, Qeshm, Jask, Konarak, dan Chabahar, di mana pihak militer Iran membalas tindakan tersebut dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di negara-negara Teluk.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: BBC



