Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengonfirmasi dalam konferensi pers mingguan pada Senin, 22 Juni 2026, bahwa Teheran kini telah mendapatkan akses penuh terhadap aset-aset nasionalnya yang sempat dibekukan di luar negeri. Ismail Baghaei menegaskan bahwa otoritas Iran memiliki kedaulatan mutlak untuk mengambil keputusan mengenai tata cara penggunaan dana yang telah dicairkan tersebut tanpa adanya pembatasan atau syarat apa pun dari pihak luar. Pemerintah Iran akan mengalokasikan aset-aset tersebut murni untuk melayani kepentingan nasional dan mendongkrak perekonomian negara. Terkait pengadaan komoditas dan barang, Kementerian Pertanian beserta lembaga terkait lainnya akan mengambil keputusan secara mandiri dengan basis penilaian harga serta kualitas yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan domestik.
Ismail Baghaei juga mengumumkan bahwa implementasi teknis terkait izin ekspor minyak yang telah diterbitkan serta pemanfaatan dana-dana yang dicairkan telah resmi berjalan sejak hari Minggu kemarin. Selain pencapaian di sektor ekonomi, perwakilan diplomatik Teheran tersebut membeberkan poin krusial dalam nota kesepahaman geopolitik terbaru, di mana Amerika Serikat telah berkomitmen dan berjanji secara resmi untuk mengakhiri perang serta menghentikan operasi militer di Lebanon sebagai bagian tidak terpisahkan dari draf memorandum yang disepakati. Otoritas terkait dari kedua belah pihak dijadwalkan akan merumuskan rincian serta detail regulasi lanjutan mengenai klausul penghentian perang ini dalam beberapa hari ke depan.
Dalam menyikapi dinamika keamanan pasca-konfrontasi, Ismail Baghaei menyatakan bahwa Iran akan terus bergerak maju dengan langkah strategis guna mengamankan target-target nasionalnya. Teheran mengeklaim telah mengantongi sejumlah bukti konkret yang menunjukkan adanya keterlibatan beberapa negara di kawasan Timur Tengah dalam membantu memfasilitasi serangan militer yang sempat menyasar kedaulatan wilayah Iran beberapa waktu lalu. Menutup keterangannya, Ismail Baghaei menegaskan posisi pertahanan dan keamanan nuklir Iran dengan menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki niat sedikit pun untuk mengizinkan tim inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melakukan kunjungan ataupun pemeriksaan ke situs-situs nuklir strategis yang sempat menjadi target dalam konflik bersenjata baru-baru ini.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Pars Today



