Skip to main content

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, menegaskan bahwa negaranya hingga saat ini belum mencapai posisi akhir atau keputusan menentukan apa pun mengenai draf perjanjian dengan Amerika Serikat pada Jumat, 12 Juni 2026. Otoritas diplomatik Teheran tersebut menyatakan bahwa seluruh narasi yang beredar luas di media massa mengenai tercapainya kesepakatan damai masih berada dalam ranah spekulasi sepihak dan belum ada satu pun poin yang diputuskan secara definitif oleh pemerintah Iran.

Meskipun Ismail Baghaei mengakui bahwa rancangan memorandum kesepahaman sudah hampir rampung, kendala utama yang mengganjal proses tersebut justru berakar dari pernyataan dan posisi politik Amerika Serikat yang saling bertolak belakang di lapangan. Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengambilan keputusan di internal Iran berjalan dengan sangat jelas, di mana seluruh lembaga serta otoritas terkait di dalam negeri harus mencapai kesimpulan akhir yang solid terlebih dahulu mengenai setiap rincian, detail, serta aspek dari nota kesepahaman tersebut sebelum resmi disahkan.

Di tengah proses negosiasi yang alot ini, Ismail Baghaei mengonfirmasi bahwa Qatar dan Pakistan terus memainkan peran mediasi yang sangat aktif untuk menjembatani kedua belah pihak. Sebagian besar teks dari draf final perjanjian sebenarnya telah siap, namun pihak Amerika Serikat dinilai terus-menerus mengubah posisi dan tuntutan mereka secara sepihak selama jalannya pembicaraan berlangsung. Iran menegaskan tidak akan pernah menunjukkan kelonggaran atau kompromi sedikit pun terhadap apa yang telah ditetapkan sebagai garis merah serta prinsip-prinsip nasional yang tidak dapat dinegosiasikan. Teheran menyoroti bahwa dalam beberapa hari terakhir, pihak negosiator Washington mencoba memaksakan sejumlah isu baru, namun Iran berhasil membuktikan bahwa mereka tidak akan goyah oleh tekanan tersebut, sekaligus mengecam upaya Amerika Serikat yang mencoba membangun opini publik seolah-olah Iran terpengaruh oleh ancaman militer mereka.

Pernyataan tegas dari Kementerian Luar Negeri Iran ini muncul sebagai jawaban langsung atas klaim sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sesumbar menyatakan telah mencapai kesepakatan besar dengan Iran. Donald Trump bahkan sempat melontarkan kemungkinan penandatanganan dokumen perjanjian tersebut di Eropa dalam beberapa hari ke depan setelah seluruh berkas difinalisasi. Memperkuat bantahan resmi pemerintah, Kantor Berita Fars mengutip pernyataan dari sumber tepercaya yang berada di lingkaran tim negosiator Iran, yang mengonfirmasi secara mutlak bahwa hingga detik ini belum ada satu pun teks memorandum kesepahaman awal dengan Amerika Serikat yang diadopsi atau disetujui oleh Teheran.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: BBC