Skip to main content

Kantor Berita Iran Fars melaporkan bahwa satuan angkatan laut Iran berhasil menghalau dan mencegah sebuah kapal tanker minyak yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada hari Jumat, 12 Juni 2026. Pencegatan tersebut dilakukan setelah kapal tanker tersebut terdeteksi memasuki koridor selat strategis secara ilegal tanpa adanya koordinasi maupun izin prasyarat dari otoritas keamanan laut Iran.

Segera setelah insiden pencegatan tersebut, dinamika keamanan di perairan sekitar selat kian memanas. Kantor Berita Iran Mehr melaporkan terdengarnya suara ledakan dahsyat di tengah laut, dengan radius sekitar dua kilometer dari garis pantai pelabuhan Sirik yang terletak di Provinsi Hormozgan. Mengenai asal-usul suara tersebut, Kantor Berita Tasnim memberikan klarifikasi bahwa dentuman keras di dekat pelabuhan Sirik kemungkinan besar berkaitan langsung dengan serangkaian prosedur penegakan hukum kepolisian militer dari angkatan bersenjata Iran guna menindak dan mencegah segala bentuk pelanggaran navigasi di Selat Hormuz. Kondisi siaga ini berjalan simultan dengan laporan stasiun televisi resmi pemerintah Iran yang mengonfirmasi terdengarnya dua ledakan susulan di kawasan pelabuhan utama Bandar Abbas di bagian selatan negara tersebut.

Eskalasi di jalur perdagangan maritim dunia ini merupakan kelanjutan dari kebijakan tegas Teheran pasca-konfrontasi dengan Washington. Departemen Manajemen Jalur Air Iran di Perairan Teluk menegaskan kembali bahwa pembatasan total di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan dan selat akan tetap tertutup bagi pelayaran umum sampai batas waktu yang belum ditentukan. Otoritas maritim menjelaskan bahwa keputusan penutupan ini diambil sebagai langkah antisipasi mutlak menyusul ketegangan akut yang dipicu oleh tindakan agresif pasukan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut, serta didasarkan pada maklumat resmi yang dikeluarkan oleh Komando Angkatan Bersenjata Iran.

Guna menghindari terjadinya insiden salah sasaran di medan pertempuran bawah air, Departemen Manajemen Jalur Air Iran mengeluarkan seruan resmi kepada seluruh perusahaan pelayaran internasional dan pihak-pihak yang telah mengantongi izin lintas resmi untuk menahan diri, bersikap sabar, serta tetap bersandar di zona aman sembari menunggu instruksi navigasi lanjutan yang akan dikeluarkan oleh otoritas militer yang berwenang.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency