Skip to main content

Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan pencatatan 77 kasus cedera baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir yang dirawat di berbagai rumah sakit domestik. Tambahan angka yang signifikan ini membuat jumlah akumulatif korban luka sejak awal pecahnya perang melawan Iran hingga Minggu malam resmi melonjak menjadi 9.119 orang. Lonjakan tajam pada statistik korban di pihak Israel ini merupakan dampak langsung dari gelombang serangan terpadu yang diluncurkan secara simultan oleh militer Iran, pejuang Lebanon, dan angkatan bersenjata Yaman. Operasi gabungan di bawah kerangka Front Perlawanan tersebut merebak sebagai pembalasan masif atas rangkaian agresi udara Tel Aviv yang membidik wilayah pinggiran Beirut, kawasan Lebanon Selatan, serta negara-negara yang tergabung dalam Front Perlawanan.

Dalam rincian statistik yang dirilis, Kementerian Kesehatan Israel membagi sebaran dampak medis dari peperangan multi-front ini ke dalam beberapa fase kronologis di lapangan. Otoritas kesehatan melaporkan bahwa jumlah korban cedera yang murni berasal dari dinamika tempur di front utara dalam perang melawan Lebanon, terhitung sejak kesepakatan gencatan senjata dengan Iran pada 8 April lalu, telah menyentuh angka 1.219 orang. Sementara itu, jika dihitung secara spesifik sejak deklarasi resmi koridor gencatan senjata dengan Lebanon pada 17 April, fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan Israel telah menerima dan merawat tambahan 803 pasien cedera baru dari zona perbatasan.

Grafik korban luka di pihak Israel diprediksi akan terus menanjak setiap harinya akibat intensitas pertempuran yang tidak kunjung mereda. Kondisi ini terus terjadi karena komitmen militer dari perlawanan Islam di Lebanon yang konsisten menggelar operasi penyergapan, tembakan roket, dan pemboman pesawat nirawak terhadap posisi bersiaganya pasukan pendudukan Israel. Serangan dari pejuang Hizbullah ini terus terkonsentrasi di wilayah perbatasan Lebanon Selatan maupun di pos pemukiman Palestina utara yang diduduki, sebagai jawaban atas langkah militer Israel yang dinilai konsisten melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Times of Israel