Skip to main content

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya di Iran mengumumkan penghentian resmi operasi militer angkatan bersenjatanya pada Selasa, 9 Juni 2026. Keputusan ini diambil tepat setelah Teheran meluncurkan gelombang baru serangan rudal secara masif yang berhasil menghantam berbagai target vital dan sensitif di dalam wilayah Israel.

Melalui pernyataan resminya, markas besar militer Iran menegaskan bahwa operasi udara berskala besar tersebut merupakan respons balasan yang setimpal atas rangkaian aksi kriminal entitas Zionis di Lebanon Selatan dan wilayah pinggiran Dahiyeh di Beirut, yang dinilai berjalan atas dukungan penuh dari Amerika Serikat. Iran menyatakan aksi ofensif ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan rakyat Lebanon yang tertindas. Otoritas militer Teheran memperingatkan entitas Israel beserta para sekutunya untuk mengambil pelajaran dari kehancuran yang ditimbulkan oleh serangan tersebut. Kendati mengumumkan jeda operasi, Iran menegaskan bahwa tindakan militer yang jauh lebih keras dan menentukan telah disiapkan jika Israel kembali melakukan provokasi.

Di sisi lain, laporan dari Kantor Berita Tasnim mengungkapkan dinamika diplomasi di balik layar, di mana pihak Israel dan sekutunya secara resmi telah mengajukan permohonan gencatan senjata—sebuah langkah yang juga dikonfirmasi secara eksplisit oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Iran menyetujui permohonan gencatan senjata tersebut namun dengan ketentuan baru yang bersifat mengikat. Dalam kesepakatan bersyarat ini, Teheran menegaskan bahwa jika militer Israel atau Amerika Serikat melanjutkan kejahatan mereka di Lebanon—baik di ibu kota Beirut maupun di wilayah perbatasan Lebanon Selatan—maka konfrontasi bersenjata akan langsung dilanjutkan dengan skala balasan yang jauh lebih menghancurkan.

Sebelum pengumuman gencatan senjata ini dikeluarkan, juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa gelombang serangan rudal terbaru Iran telah berhasil mendaratkan pukulan telak yang cerdas dan terukur, serta menimbulkan kerugian material dan personel yang sangat besar di pihak musuh. Juru bicara tersebut menegaskan bahwa Iran telah memenuhi janjinya dan membuktikan bahwa seluruh lini angkatan bersenjata berada dalam puncak kesiapan defensif maupun ofensif yang bergerak dengan kecepatan serta akurasi tinggi. Teheran memperingatkan Washington dan Tel Aviv bahwa Republik Islam Iran beserta seluruh faksi perlawanan regional tidak akan pernah bertekuk lutut atau menyerah menghadapi ancaman apa pun di medan pertempuran.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Al Jazeera