Tiga warga Palestina kembali menjadi korban jiwa pada Minggu, 26 April 2026, setelah jet tempur Israel melancarkan serangan udara ke beberapa titik di Jalur Gaza. Dua warga dilaporkan gugur dalam serangan di sekitar Bundaran Kuwait, sementara satu orang lainnya tewas di dekat Masjid Al-Saqa yang terletak di wilayah Al-Maghraqa, sebelah selatan Kota Gaza. Eskalasi ini mempertegas bahwa zona pemukiman dan titik-titik kumpul warga masih menjadi target operasi militer meskipun terdapat deklarasi gencatan senjata.
Selain serangan udara, kapal perang Israel turut melepaskan tembakan artileri ke arah pesisir pantai Kota Gaza. Di wilayah tengah, sebuah drone Israel menjatuhkan alat peledak di bagian utara kamp pengungsi Al-Bureij, yang memicu kepanikan di kalangan warga sipil. Rangkaian serangan ini terjadi di tengah blokade ketat yang masih diberlakukan, sehingga memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah sangat kritis bagi jutaan penduduk di wilayah kantong tersebut.
Kementerian Kesehatan di Gaza dalam laporan statistik terbarunya mengungkapkan skala dampak agresi yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Hingga saat ini, jumlah martir telah mencapai angka 72.585 jiwa dengan total korban luka-luka sebanyak 172.370 orang. Keberlanjutan serangan ini menunjukkan pengabaian nyata terhadap kesepakatan damai yang telah diumumkan sebelumnya, di mana masyarakat internasional terus menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya jumlah korban sipil yang jatuh setiap harinya.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency


