Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengeluarkan peringatan keras pada Sabtu, 25 April 2026, bahwa kelanjutan aksi “blokade, pembajakan, dan pencurian maritim” oleh militer Amerika Serikat di kawasan akan menghadapi balasan mematikan dari angkatan bersenjata Iran. Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung atas kebijakan Presiden Donald Trump yang memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz.
Pihak Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat harus menyadari bahwa angkatan bersenjata kini jauh lebih siap dibandingkan sebelumnya dalam membela kedaulatan serta kepentingan nasional. Teheran mengingatkan bahwa pihak musuh telah “menguji sebagian kecil” dari kemampuan Iran selama agresi sebelumnya, dan mereka tidak akan ragu untuk menimbulkan kerugian yang “jauh lebih parah dan keras” jika agresi oleh Amerika Serikat maupun Israel terulang kembali.
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan nasional, Markas Khatam al-Anbiya menekankan pentingnya kesiapan total untuk memantau pergerakan musuh di kawasan serta mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz yang strategis. Juru bicara markas, Ibrahim Zolfaghari, mengonfirmasi bahwa pasukan Iran telah berada dalam status siaga tinggi dengan “jari di atas pemicu” sejak lama, menanggapi ancaman berulang yang dilontarkan oleh Trump dan para pemimpin militer AS.
Meskipun gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan antara Iran dan Amerika Serikat telah berlaku sejak 8 April 2026, situasi di lapangan tetap sangat tegang. Teheran bersikeras bahwa kesiapan militer mereka tetap pada level maksimal dan setiap bentuk provokasi di perairan internasional akan dianggap sebagai pelanggaran serius yang menuntut pembalasan instan.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Saba



