Skip to main content

Ketegangan di Lebanon Selatan kembali memuncak pada Sabtu, 25 April 2026, setelah dua serangan udara Israel menghantam kota Yahmar al-Shaqif dan menewaskan empat warga sipil. Laporan dari koresponden Al-Mayadeen menyebutkan bahwa militer pendudukan juga melancarkan pengeboman di kota Naqoura serta serangan artileri ke arah Qusayr. Selain itu, sebuah ledakan besar dilaporkan terjadi di kota Khiam yang berbarengan dengan serangan terhadap kota Houla dan wilayah Wadi Hassan di selatan Tyre.

Kementerian Kesehatan Lebanon merilis data terbaru pada Sabtu pagi yang menunjukkan bahwa total enam warga gugur dan dua lainnya terluka akibat rangkaian serangan Israel di berbagai titik di selatan. Operasi militer Israel kali ini mencakup serangan drone di wilayah perkebunan Al-Maaliya, tiga serangan udara di hutan kota Kfar, serta pengeboman intensif di Al-Taybeh dan pinggiran Bint Jbeil. Serangan ini menambah deretan korban jiwa setelah sebelumnya tiga orang juga dilaporkan gugur dalam serangan di wilayah Shoukin, distrik Nabatieh.

Rangkaian aksi militer ini menjadi bukti berlanjutnya pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya memberikan perlindungan bagi warga sipil. Meskipun masa jeda pertempuran yang dimulai pada 17 April lalu telah resmi diperpanjang untuk jangka waktu tiga minggu kedepan, situasi di lapangan menunjukkan realitas yang berbeda. Penduduk di desa-desa perbatasan tetap berada di bawah ancaman konstan dari artileri dan jet tempur Israel yang terus menyasar pemukiman serta lahan pertanian warga di Lebanon Selatan.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Arab News