Skip to main content

Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Darat Iran mengumumkan pada Minggu, 5 April 2026, bahwa unit drone mereka telah melancarkan serangan presisi yang menargetkan industri petrokimia dan tangki penyimpanan produk minyak di wilayah selatan Palestina yang diduduki, tepatnya di dekat fasilitas nuklir Dimona. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa industri petrokimia dan fasilitas penyimpanan bahan bakar bawah tanah merupakan pilar utama sektor energi musuh yang kini menjadi target sah. Serangan ini merupakan respons langsung atas agresi Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu yang menyasar pagar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, yang mengakibatkan gugurnya seorang personel keamanan dan kerusakan pada bangunan samping, meskipun reaktor utama tetap aman.

Selain menargetkan entitas zionis, militer Iran juga menghantam gudang peralatan, unit komunikasi satelit, dan markas besar pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat di pangkalan “Bubiyan”, Kuwait. Pangkalan ini merupakan salah satu pusat utama Komando Pusat AS (CENTCOM) yang memiliki peran krusial dalam mendukung operasi militer Washington di Asia Barat. Gudang-gudang yang hancur dilaporkan digunakan untuk menyimpan amunisi dan sistem rudal ofensif HIMARS, serta fasilitas pengintaian canggih. Amerika Serikat diketahui membangun situs baru di Pulau Bubiyan setelah pangkalan Arifjan di Kuwait mengalami kerusakan parah akibat serangan Iran sebelumnya, namun situs relokasi tersebut kini telah berhasil dilumpuhkan oleh operasi militer Iran.

Dalam gelombang ke-96 Operasi “True Promise 4”, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga melaporkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi musuh sebagai balasan atas pengeboman jembatan “B1” di Karaj dan fasilitas petrokimia di Mahshahr oleh aliansi Amerika-Zionis. Fasilitas gas milik perusahaan raksasa Amerika Serikat, ExxonMobil dan Chevron, di area Habshan, Uni Emirat Arab (UEA), dilaporkan menjadi sasaran empuk. Serangan rudal juga menghantam kompleks petrokimia Amerika di Ruwais (UEA), fasilitas petrokimia Shuaiba di Kuwait, serta fasilitas Sitra di Bahrain. Serangan-serangan ini memicu kebakaran hebat dan penghentian operasional total di seluruh fasilitas energi milik sekutu Washington tersebut.

Pihak militer Iran mendedikasikan gelombang serangan ini bagi keteguhan suku Lur serta seluruh pejuang pemberani di angkatan bersenjata, IRGC, dan kepolisian. Dalam pernyataannya, militer Iran mengutip memori sejarah kemenangan di Khorramshahr dan peristiwa “badai pasir” di Tabas sebagai manifestasi kehendak ilahi yang kembali memenangkan pihak Iran pagi ini. Teheran menegaskan akan terus merespons setiap pembantaian sipil dan penghancuran infrastruktur kesehatan, pendidikan, serta energi yang dilakukan oleh pihak agresor hingga kedaulatan Iran dihormati sepenuhnya.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Jerusalem Post