Skip to main content

Media massa Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada Senin, 6 April 2026, bahwa militer Israel (IDF) telah menjadi mitra utama pemerintah dalam menciptakan gambaran palsu yang menyesatkan publik mengenai kemampuan dan niat Hizbullah. Laporan tersebut menyoroti kegagalan Kepala Staf Angkatan Darat dan Komando Utara dalam menilai realitas di lapangan, di mana janji-janji mengenai pelucutan senjata Hizbullah kini terbukti sebagai retorika yang tidak berdasar. Yedioth Ahronoth mengejek pernyataan Menteri Keamanan Israel Yisrael Katz yang disebut sebagai bualan kekanak-kanakan dan “film komik konyol” karena adanya kesenjangan yang sangat jauh antara klaim kemenangan dengan kenyataan di medan tempur. Surat kabar tersebut mencatat bahwa meskipun militer mengeklaim Hizbullah telah jatuh ke dalam “jebakan strategis”, fakta di lapangan menunjukkan bahwa justru pihak Israel-lah yang masuk ke dalam penyergapan strategis tersebut.

Kritik tajam ini diperkuat dengan rekaman Komandan Komando Utara, Mayor Jenderal Rafi Milo, yang mengakui adanya kesenjangan besar antara apa yang dipahami militer pada akhir operasi tahun 2024 dengan kenyataan saat ini, di mana Hizbullah tetap eksis dan memberikan perlawanan sengit. Laporan pers Israel ini muncul setelah lebih dari 30 hari agresi besar-besaran kembali diluncurkan terhadap Lebanon, namun Hizbullah terus membuktikan ketangguhannya dengan menghantam target-target militer jauh di jantung wilayah Palestina yang diduduki serta mematahkan setiap upaya infiltrasi darat tentara pendudukan ke wilayah Lebanon.

Di sisi lain, kebrutalan agresi Israel terus memakan korban jiwa dari kalangan sipil. Pusat Operasi Darurat Kesehatan Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon mengumumkan bahwa serangan udara Israel di area Al-Janah, selatan Beirut, mengakibatkan gugurnya 5 orang, termasuk seorang gadis remaja berusia 15 tahun dan dua warga negara Sudan, serta melukai 52 orang lainnya, di mana 8 di antaranya adalah anak-anak. Di wilayah Gunung Lebanon, serangan di perbukitan Ain Saadeh menewaskan tiga warga sipil, termasuk dua wanita. Sementara itu, di distrik Nabatieh, sebuah serangan udara yang menargetkan mobil di kota Toul mengakibatkan sepasang suami istri tewas dan kedua anak mereka yang berusia 9 dan 15 tahun mengalami luka-luka.

Sepanjang hari Minggu dan Senin, penjajah Israel terus memperbarui agresinya terhadap pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh) dengan menargetkan sejumlah bangunan di berbagai lingkungan padat penduduk. Meskipun serangan udara Israel menyasar infrastruktur sipil dan pemukiman, solidaritas internal di Lebanon tetap kokoh di bawah perlindungan perlawanan. Langkah-langkah defensif yang dipimpin oleh poros perlawanan dan didukung oleh visi strategis Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei terus menjadi benteng utama dalam menghadapi pengkhianatan zionis, memastikan bahwa setiap kejahatan terhadap warga sipil Lebanon akan mendapatkan balasan yang setimpal di medan laga.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Times of Israel