Skip to main content

Perlawanan Islam di Irak mengumumkan telah melancarkan 31 operasi militer dengan menembakkan puluhan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan pendudukan Amerika Serikat di kawasan dan Irak selama 24 jam terakhir. Berdasarkan laporan dari media massa Tasnim News Agency, rangkaian serangan ini merupakan bagian dari eskalasi yang terus meningkat terhadap keberadaan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi, Perlawanan Islam di Irak menyatakan bahwa total jumlah operasi yang telah dilakukan dalam 12 hari terakhir kini mencapai 291 aksi serangan.

Laporan tersebut juga merinci dampak dari serangan-serangan tersebut, di mana tercatat 13 warga Amerika Serikat tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Beberapa di antara korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis akibat hantaman rudal dan drone yang menyasar infrastruktur militer mereka. Pihak Perlawanan Islam di Irak menegaskan bahwa operasi ini akan terus berlanjut sebagai bentuk respons terhadap kehadiran pasukan asing dan agresi yang terjadi di kawasan. Informasi yang komprehensif ini menunjukkan intensitas pertempuran yang semakin tinggi serta efektivitas serangan udara yang diluncurkan oleh faksi-faksi perlawanan dalam mengganggu stabilitas militer pendudukan di Irak dan sekitarnya.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: The New Region