Eskalasi pertempuran di perbatasan Lebanon Selatan dan wilayah utara pendudukan Palestina meningkat tajam pada Minggu malam hingga Senin dini hari, 9 Maret 2026. Perlawanan Islam di Lebanon (Hizbullah) secara resmi mengumumkan serangkaian operasi balasan yang menyasar aset strategis dan titik kumpul militer Israel. Pada pukul 12:00 siang hari Minggu, Hizbullah menghantam Pangkalan Angkatan Laut Haifa menggunakan rentetan rudal berkualitas tinggi. Selain itu, kota Nahariya menjadi sasaran utama melalui serangan beruntun pada pukul 01:30 dan 12:10 dini hari menggunakan kawanan drone penyerang serta salvo roket, sebagai tindak lanjut dari peringatan evakuasi yang telah dikeluarkan sebelumnya oleh pihak perlawanan.
Di medan tempur darat, Hizbullah berhasil mematahkan upaya infiltrasi baru pasukan pendudukan yang mencoba merangsek menuju kota perbatasan Aitaroun sejak pukul 03:00 dini hari. Bentrokan sengit pecah menggunakan senapan mesin dan granat berpeluncur roket (RPG), memaksa pasukan Israel tertahan di garis depan. Dalam upaya menghalau gerak maju tersebut, para pejuang Hizbullah juga menargetkan kumpulan tentara Israel di situs Al-Malikiyah dan ketinggian Al-Qabaa di pinggiran Markaba menggunakan rudal berpemandu dan salvo roket, yang dikonfirmasi menyebabkan jatuhnya korban di pihak lawan.
Kerugian signifikan di pihak militer Israel dikonfirmasi oleh laporan media Ibrani dan Channel 15, yang menyebutkan dua tentara tewas dan seorang perwira terluka parah di Lebanon Selatan. Insiden tersebut terjadi ketika sebuah buldoser lapis baja D9 milik Korps Zeni Tempur (Divisi 91) dihantam oleh rudal anti-tank Kornet. Rudal tersebut dilaporkan mengenai tangki bahan bakar secara langsung saat unit tersebut sedang berupaya mengevakuasi kendaraan Puma yang terjebak di wilayah Galilea Atas. Kedua tentara sempat dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kejadian ini mencatatkan serangan rudal anti-tank keempat dalam beberapa hari terakhir yang secara efektif melumpuhkan unit teknik berat militer Israel.
Serangan udara Hizbullah juga memicu kepanikan luas di wilayah utara, di mana sirene peringatan dini terus meraung di Galilea Barat, Nahariya, Shlomi, hingga Kiryat Shmona akibat ancaman infiltrasi drone yang masif. Barak Branit, yang merupakan markas besar Divisi 91 tentara Israel, juga tidak luput dari serangan salvo roket. Hizbullah menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasi ini merupakan respons langsung atas agresi brutal Israel yang menghancurkan puluhan kota di Lebanon serta pemboman di pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh), membuktikan bahwa kemampuan tempur perlawanan tetap solid dan mematikan meskipun di bawah tekanan serangan udara musuh yang terus berlanjut.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Press TV



