Skip to main content

Eskalasi militer di Timur Tengah semakin meluas pada hari Senin, 2 Maret 2026, setelah Perlawanan Islam di Irak mengumumkan bahwa para pejuangnya telah meluncurkan 28 operasi militer sejak fajar. Serangan besar-besaran ini menggunakan puluhan rudal dan drone yang menyasar berbagai pangkalan musuh di Irak serta wilayah sekitarnya di kawasan. Aksi ini merupakan respons langsung terhadap agresi Amerika-Israel yang mengakibatkan syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Di tengah situasi tersebut, otoritas keagamaan tertinggi di Irak, Sayyid Ali al-Sistani, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada rakyat Iran dan seluruh umat Muslim, seraya menekankan peran unik almarhum dalam memimpin sistem republik. Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Irak secara resmi mendeklarasikan masa berkabung nasional selama tiga hari di seluruh negeri.

Di garis depan Lebanon, Perlawanan Islam (Hizbullah) juga meningkatkan intensitas serangannya dengan menargetkan situs radar dan ruang kontrol di pangkalan udara “Ramat David” yang terletak di utara Palestina pendudukan pada hari Senin, 2 Maret 2026. Operasi tersebut dilakukan menggunakan skuadron drone penyerang sebagai balasan atas agresi brutal Israel yang menghantam puluhan kota di Lebanon, termasuk pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh). Serangan Israel sebelumnya dilaporkan telah mengakibatkan puluhan warga sipil—pria, wanita, dan anak-anak—gugur, serta menghancurkan infrastruktur sipil dan memaksa ribuan orang mengungsi dari rumah mereka.

Hizbullah menegaskan dalam pernyataan resminya bahwa serangan ke pangkalan udara militer tersebut merupakan upaya minimal untuk meredam ambisi berbahaya Israel terhadap negara dan rakyat Lebanon. Pihak perlawanan menekankan perbedaan etika tempur mereka yang hanya menyasar target militer, sangat kontras dengan taktik musuh yang secara sengaja menargetkan warga sipil. Hizbullah sebelumnya telah berulang kali memperingatkan bahwa agresi tanpa respons serta kebijakan pembunuhan dan penghancuran tidak akan dibiarkan berlanjut. Mereka berkomitmen untuk menghentikan agresi ini dengan segala sarana yang tersedia melalui aksi nyata yang efektif.

Gelombang serangan dari Irak dan Lebanon ini menunjukkan soliditas front perlawanan dalam merespons ancaman terhadap kedaulatan Iran dan Lebanon. Di saat militer Israel menghadapi krisis perlindungan bagi tentaranya sendiri di pangkalan-pangkalan internal, serangan terhadap situs-situs strategis seperti Ramat David semakin memperlemah posisi operasional udara musuh. Para fuqaha dan pimpinan militer di kawasan menegaskan bahwa rangkaian operasi ini barulah awal dari fase konfrontasi yang lebih luas untuk memastikan para agresor membayar harga yang setimpal atas tindakan mereka.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: New York Times