Eskalasi pertempuran di Timur Tengah memasuki fase yang semakin mematikan pada Minggu, 1 Maret 2026, setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pelaksanaan gelombang keenam Operasi True Promise 4. Melalui Pernyataan Nomor 6, Departemen Hubungan Masyarakat Garda Revolusi menegaskan bahwa serangan rudal dan drone skala besar telah diluncurkan secara paksa untuk membalas syahadah Ayatullah al-Uzhma Sayyid Ali Khamenei. Serangan ini menyasar dua puluh tujuh titik pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di seluruh kawasan, serta menghantam target-target vital di jantung wilayah pendudukan, termasuk Pangkalan Udara Tel Nof, markas besar militer di HaKirya, dan kompleks industri pertahanan raksasa di Tel Aviv. Penegasan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, bahwa serangan hari ini akan “jauh lebih menyakitkan” terbukti dengan raungan sirine yang tidak berhenti di wilayah Yerusalem, Haifa, Krayut, serta pusat pemukiman Beit Shemesh.
Dampak serangan balasan Iran dilaporkan sangat masif, di mana otoritas lokal di Tel Aviv mengakui adanya kerusakan pada sedikitnya dua ratus bangunan akibat hantaman rudal. Di luar wilayah pendudukan, kantor berita AFP melaporkan serangkaian ledakan baru yang mengguncang Dubai dengan kepulan asap yang terus membubung tinggi, bersamaan dengan suara ledakan di Doha dan kebakaran hebat di kawasan industrinya. Angkatan Bersenjata Iran dalam pernyataan ketiganya menegaskan bahwa unit ofensif dan defensif mereka terus melancarkan operasi menyakitkan menggunakan berbagai jenis drone untuk menyerang kepentingan musuh. Garda Revolusi bersumpah tidak akan membiarkan suara sirine berhenti di wilayah pendudukan dan pangkalan Amerika Serikat, sebagai bentuk pembalasan keras yang akan membuat para agresor menyesali tindakannya.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa Iran telah mengambil inisiatif penuh dalam memperluas jangkauan tempur, menargetkan infrastruktur militer dan ekonomi musuh secara simultan. Serangan terhadap kompleks industri militer di Tel Aviv dipandang sebagai upaya strategis untuk melumpuhkan kapabilitas logistik pertahanan entitas Zionis di tengah peperangan yang sedang berkecamuk. Sementara itu, serangan terhadap puluhan titik pangkalan Amerika Serikat di berbagai negara kawasan menunjukkan bahwa Iran telah memetakan seluruh aset militer Washington sebagai target sah pasca-agresi terhadap “Rumah Kepemimpinan” di Teheran. Rakyat Iran dan dunia kini menantikan berita lebih lanjut mengenai operasi lainnya yang diprediksi akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.
Kesyahidan Rahbar di tempat kerjanya telah mengubah dinamika konflik menjadi konfrontasi terbuka tanpa batas, di mana para pejabat tinggi Iran menyatakan bahwa mereka sedang terlibat dalam “perang terbuka” untuk mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa. Keberhasilan unit pertahanan udara dan pasukan rudal dalam menembus sistem proteksi musuh di wilayah Yerusalem dan Tel Aviv menandai babak baru dalam kapabilitas militer Iran yang semakin presisi dan mematikan. Garda Revolusi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa gerbang pembalasan akan tetap terbuka melalui pukulan-pukulan beruntun yang akan terus menghantam musuh hingga tujuan pertahanan nasional tercapai sepenuhnya.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: The Statesman


