Skip to main content

Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mencatatkan pencapaian pertahanan udara yang signifikan dengan melumpuhkan dua belas drone tempur dan pengintai milik Israel di berbagai wilayah Iran dalam beberapa jam terakhir. Kantor hubungan masyarakat militer Iran menjelaskan bahwa penghancuran ini dilakukan melalui jaringan terintegrasi pangkalan pertahanan udara Khatam al-Anbiya. Laporan dari berbagai kantor berita nasional mengonfirmasi jatuhnya drone jenis Hermes milik Israel di kota-kota strategis seperti Tabriz, Isfahan, Khomein, dan Ahvaz. Kementerian Pertahanan Iran menegaskan bahwa keberhasilan ini, yang didukung penuh oleh rakyat, merupakan bagian dari komitmen untuk terus merespons secara tegas hingga musuh dikalahkan dalam rangkaian Operasi True Promise 4.

Korp Garda Revolusi Islam kini telah memasuki gelombang ketiga dan keempat dari operasi militer tersebut dengan menggunakan teknologi rudal yang lebih maju, presisi, dan mematikan dibandingkan operasi sebelumnya. Dalam pernyataan resminya, pihak Garda Revolusi mengonfirmasi serangan akurat yang menghantam pangkalan angkatan laut Israel dan dok kapal perang di pelabuhan Haifa. Selain itu, daftar target yang berhasil dihantam mencakup pangkalan udara Ramat David, kantor Kementerian Keamanan Israel di area Hakriat, permukiman industri militer Beit Shemesh, serta pusat industri militer Shtod. Di Tel Aviv, media setempat melaporkan kerusakan hebat pada sebuah bangunan dan hantaman langsung pada target strategis yang menyebabkan satu warga tewas serta dua puluh satu lainnya luka-luka, termasuk dalam kondisi kritis.

Jangkauan operasi Iran meluas hingga ke Samudra Hindia dan wilayah-wilayah yang sebelumnya belum pernah tersentuh serangan langsung. Pada gelombang kelima, Garda Revolusi mengumumkan penghancuran kapal MSP yang bertugas mengangkut amunisi bagi kapal-kapal Amerika Serikat di pelabuhan Jebel Ali melalui serangan empat drone yang menyebabkan ledakan beruntun. Selain itu, sebuah kapal pendukung tempur kelas MST yang menyuplai bahan bakar untuk armada Amerika Serikat di Samudra Hindia juga berhasil dihantam rudal. Di daratan, pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat menjadi target serangan rudal presisi dan drone, menandai pengumuman pertama serangan terhadap target di wilayah tersebut.

Serangan masif ini juga melumpuhkan infrastruktur militer Amerika Serikat di Kuwait dan Irak. Pangkalan laut Amerika Serikat di area Abdullah Al-Mubarak, Kuwait, dilaporkan hancur total setelah dihantam empat rudal balistik dan dua belas drone yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa di pihak pasukan Amerika. Di Irak, pangkalan Harir yang merupakan markas pasukan khusus dan komando Amerika Serikat turut menjadi sasaran serangan presisi. Garda Revolusi memperingatkan bahwa gelombang serangan berikutnya akan jauh lebih merusak dan mereka bersumpah untuk tetap menjaga gerbang neraka terbuka bagi unit-militan musuh di seluruh kawasan.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Saba