Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan perang namun telah menyiapkan diri sepenuhnya jika hal tersebut terjadi. Dalam sebuah wawancara dengan India Today pada hari Rabu, 25 Februari 2026, Abbas Araqchi menyatakan bahwa terdapat peluang nyata untuk mencapai kesepakatan yang adil dan seimbang dalam perundingan yang berlangsung di Jenewa. Ia menilai bahwa entitas Israel saat ini sedang berupaya keras untuk menyeret Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke dalam konfrontasi militer langsung dengan Iran. Menurutnya, tidak ada opsi militer yang efektif untuk menyelesaikan masalah nuklir yang ia sebut sebagai program damai tersebut.
Pemerintah Teheran menyatakan kesiapannya untuk menjawab setiap pertanyaan atau menanggapi berbagai kekhawatiran terkait program nuklirnya, asalkan hak Iran untuk menggunakan teknologi nuklir demi tujuan damai tetap dihormati. Abbas Araqchi menjelaskan bahwa pencapaian kesepakatan yang adil, setara, dan seimbang sangat mungkin dilakukan, dan pertemuan di Jenewa menjadi momentum penting untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Meski demikian, ia menekankan dengan tegas bahwa negaranya tidak akan pernah bersedia untuk melepaskan haknya atas pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai tersebut.
Di sektor pertahanan, Abbas Araqchi mengonfirmasi bahwa angkatan bersenjata Iran telah bersiaga penuh untuk menjalankan tugas mereka. Ia menyebutkan bahwa Iran telah memetik banyak pelajaran berharga dari peperangan di masa lalu sehingga kini memiliki kesiapan yang jauh lebih baik. Abbas Araqchi menambahkan bahwa persiapan menghadapi perang bukan berarti Iran menginginkan konflik, melainkan bertujuan untuk mencegah terjadinya perang itu sendiri. Baginya, jalur diplomasi tetap menjadi pilihan terbaik untuk menyelesaikan krisis yang tengah berlangsung.
Terkait kemampuan militer, Abbas Araqchi membantah klaim bahwa negaranya telah mengembangkan senjata yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat. Ia menjelaskan bahwa Iran secara sengaja membatasi jangkauan rudal-rudalnya hingga maksimal 2.000 kilometer saja, di mana pembatasan tersebut dilakukan murni untuk tujuan pertahanan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi beserta delegasi pendampingnya telah bertolak dari ibu kota Teheran pada hari Rabu menuju Jenewa untuk berpartisipasi dalam putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: IRNA



